Jokowi: Bukan Marah, Memotivasi Agar Lebih Keras Bekerja

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat meninjau lahan yang akan dijadikan

    Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat meninjau lahan yang akan dijadikan "Food Estate" atau lumbung pangan baru di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis 9 Juli 2020. Pemerintah menyiapkan lumbung pangan nasional untuk mengantisipasi krisis pangan dunia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan tidak marah kepad para menterinya. Ia mengatakan teguran saat Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020 itu adalah motivasi.

    "Bukan marah, memotivasi agar lebih keras lagi bekerjanya," kata Jokowi saat menemui wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2020.

    Jokowi mengatakan dari informasi dan perhitungan yang ia terima, prediksi puncak Covid-19 di Indonesia masih belum terjadi. Diprediksi puncaknya akan terjadi pada Agustus dan September mendatang.

    Karena itu, ia meminta para menterinya untuk bekerja extra ordinary untuk menekan puncak pandemi tersebut. "Kalau kita tidak melakukan sesuatu, ini bisa angkanya bisa berbeda. Oleh sebab itu saya minta para menteri untuk bekerja keras," kata Jokowi.

    Teguran keras Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna itu banyak dimaknai sebagai sebuah kemarahan dan kekecewaan terhadap para menteri Kabinet Indonesia Maju jilid 2. Dalam pidato itu, Jokowi bahkan menyinggung soal kemungkinan reshuffle dan pembubaran lembaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.