Soal Puncak Covid-19, Jokowi: Diprediksi Agustus-September

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat meninjau lahan yang akan dijadikan

    Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat meninjau lahan yang akan dijadikan "Food Estate" atau lumbung pangan baru di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis 9 Juli 2020. Pemerintah menyiapkan lumbung pangan nasional untuk mengantisipasi krisis pangan dunia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa saat ini Indonesia masih belum mencapai puncak pandemi Covid-19. Ia mengatakan dari perhitungan yang ia dapat, puncak pandemi ini baru akan terjadi pada Agustus dan September.

    "Kalau melihat angka-angka memang nanti perkiraan puncaknya (Covid-19) ada di Agustus atau September," kata Jokowi saat menemui wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2020.

    Jokowi mengatakan bahwa angka ini masih dapat berubah. Jika pemerintah diam saja, ia mengatakan angka ini dapat semakin parah. Karena itu, ia telah beberapa kali meminta jajarannya untuk bekerja secara extra ordinary.

    Termasuk saat dia membuka Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020 lalu. Saat itu Jokowi nampak menegur keras jajaran kabinetnya dan meminta mereka agar satu frekuensi terkait dengan pemahaman tentang krisis yang dialami Indonesia.

    Meski begitu, Jokowi membantah ia telah memarahai kabinet Indonesia Maju. Ia hanya meminta meraka bekerja lebih keras. "Bukan marah, memotivasi. Agar lebih keras lagi kerjanya," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Klaim Hadi Pranoto Soal Obat Covid-19 Dipatahkan Sejumlah Pakar

    Hadi Pranoto jadi perbincangan warganet setelah ia mengkalaim menemukan obat Covid-19 ketika diwawancarai musisi Anji. Sejumlah pakar meragukan Hadi.