Pengamat Prediksi Operasional Hari Pertama Sekolah Akan Sulit

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa mengukur suhu tubuh saat mengikuti mata pelajaran praktik kejuruan ketika pelaksanaan persiapan era new normal di SMK Jayawisata 2, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Selain mengadakan kelas teori secara daring, pihak SMK pariwisata tersebut juga melakukan pembatasan kehadiran siswa ke sekolah untuk mata pelajaran praktik serta menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan, pengukuran suhu tubuh, penggunaan pelindung wajah, masker, sarung tangan, dan jarak fisik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Siswa mengukur suhu tubuh saat mengikuti mata pelajaran praktik kejuruan ketika pelaksanaan persiapan era new normal di SMK Jayawisata 2, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Selain mengadakan kelas teori secara daring, pihak SMK pariwisata tersebut juga melakukan pembatasan kehadiran siswa ke sekolah untuk mata pelajaran praktik serta menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan, pengukuran suhu tubuh, penggunaan pelindung wajah, masker, sarung tangan, dan jarak fisik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat pendidikan Mohammad Abduhzen mengatakan tantangan bagi pendidikan hari ini adalah ketidakpastian. Menurutnya operasionalisasi pada hari pertama sekolah belum jelas sebab tidak ada kejelasan kapan berakhirnya Covid-19.

    "Tantangannya ketidakpastian. Ketidakpastian kapan Covid-19 berakhir melahirkan ketidakpastian operasionalisasi persekolahan tentang belajar jarak jauh (BJJ) dan Tatap muka klasikal (TMK)," kata Abduh kepada Tempo, Senin 13 Juli 2020.

    Advisor Paramadina Institute for Education Reform (PIER) ini mengatakan ketidakpastian ini bukan lahir dari ketiadaan aturan. Justru karena aturan yang dibuat dengan asumsi ketidakpastian.

    Oleh sebab itu, ia menilai sulit untuk memutuskan kapan harus mulai masuk sekolah karena bergantung pada situasi daerah menjadi zona hijau. Untuk memulai pembelajaran tatap muka, kata Abduh, memerlukan banyak perizinan yang harus dilakukan sekolah. Ia menyatakan hal ini tidak akan berjalan mudah.

    Ditambah, kata Abduh, ada protokol kesehatan Covid-19 yang mengatur adanya penambahan fasilitas. Selain itu juga ada pengaturan ulang jumlah murid berdasarkan waktu pembelajaran.

    "Kepala sekolah harus izin ini itu yang sepertinya tidak mudah. Kemudian setelah masuk sekolah masih mungkin dihentikan lagi karena perkembangan Covid-19 daerah tersebut," ujar Abduh.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?