98 Pasien Covid-19 di Secapa AD Dinyatakan Sembuh

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerbang utama Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa TNI AD) di Hegarmanah, Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Sebanyak 1.262 kasus positif COVID-19 telah ditemukan yang terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih. TEMPO/Prima mulia

    Gerbang utama Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa TNI AD) di Hegarmanah, Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Sebanyak 1.262 kasus positif COVID-19 telah ditemukan yang terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 98 pasien dari total 1.280 pasien positif Covid-19 di kluster Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD), telah dinyatakan sembuh.

    "Hasil Lab PCR dari swab ke-2 sampai dengan pagi ini, Senin 13 Juli, ada 98 pasien yang dinyatakan negatif," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Nefra Firdaus, Senin, 13 Juli 2020, dalam keterangan tertulis.

    Nefra mengatakan sesuai protokol, swab ke-2 telah dilakukan kepada sebagian dari total 1.280 pasien positif. Masih ada 101 pasien positif di Pusdik Pom yang belum dilakukan swab ke-2. Pasalnya, waktu pelaksanaan swab kedua baru bisa dilakukan satu pekan setelah swab pertama.

    "Jadi total pasien positif Covid 19 di Secapa AD pada pagi ini tinggal 1.182 orang," kata Nefra.

    Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa, sebelumnya mengatakan terungkapnya penghuni Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) yang tertular Covid-19 terjadi tidak disengaja.

    “Jadi tepatnya dua minggu lalu adalah laporan pertama dari Komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat pada saya. Diawali ketidaksengajaan,” kata dia, di Makodam III/Siliwangi, Bandung, Sabtu, 11 Juli 2020.

    Andika menjelaskan klaster Secapa TNI AD berawal dari dua perwira siswa yang berobat di Rumah Sakit Dustira di Kota Cimahi. “Yang satu keluhan karena bisul, berarti demam karena adanya infeksi dan satu lagi masalah tulang belakang atau HMP. Tapi ternyata saat mereka di-swab dan positif,” ujar dia.

    KASAD mengaku hari itu juga menerima laporan tersebut. Andika pun langsung mengirim alat rapid test dari Jakarta sebanyak 1.250.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.