Demokrat Ungkap Proses Cepat RUU HIP yang Diusulkan PDIP

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster yang dibawa massa Aliansi Nasional Anti Komunis saat melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Salah satu pasal dalam draft RUU itu juga dikhawatirkan banyak pihak bisa memeras Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Poster yang dibawa massa Aliansi Nasional Anti Komunis saat melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Salah satu pasal dalam draft RUU itu juga dikhawatirkan banyak pihak bisa memeras Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Herman Khaeron menyebut Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila diusulkan oleh Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat. Herman juga merupakan anggota Panitia Kerja RUU HIP tersebut.

    "Sudah jadi rahasia umum toh, (diusulkan) Fraksi PDI Perjuangan," kata Herman dalam webinar, Jumat, 26 Juni 2020.

    Herman mengatakan pembahasan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila berlangsung dalam waktu cepat. Menurut dia, pandangan dan argumentasi partainya juga tak pernah menjadi perhatian khusus dalam pembahasan draf RUU HIP.

    Herman merinci, DPR menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan para pakar pada 11-12 Februari 2020. Setelah itu dalam waktu sangat cepat dibentuk Panja RUU Haluan Ideologi Pancasila.

    Herman mengakui mengikuti dua dari tujuh kali pembahasan RUU HIP. Dalam dua kali forum tersebut, ia mengkritisi aspek prosedural, substansial, maupun situasional pembahasan RUU HIP.

    Anggota Komisi VI DPR ini mengatakan RUU HIP tak perlu dibahas terburu-buru lantaran sangat fundamental. Ia menyatakan seluruh instrumen dan masyarakat harus dilibatkan. Herman juga meminta agar pembahasan dilakukan dengan matang sebelum RUU itu menjadi usul inisiatif DPR.

    Pada 22 April, kata Herman, DPR melakukan harmonisasi RUU Haluan Ideologi Pancasila. Hari itu, Demokrat menarik diri dari Panja RUU HIP dan sejumlah RUU lain yang tengah dibahas DPR.

    "Argumentasi kami tidak pernah menjadi perhatian khusus. Argumentasi bukan hanya Partai Demokrat, banyak fraksi yang juga mengkritisi konteks UU ini," ucap Herman.

    Herman mengatakan RUU Haluan Ideologi Pancasila diputuskan menjadi RUU inisiatif DPR pada 12 Mei 2020. Di paripurna yang digelar saat puasa dan waktu menjelang magrib itu, kata Herman, Demokrat tak bisa menyampaikan interupsi.

    "Kami interupsi tidak pernah bisa, mikrofonnya mati, akhirnya menyerahkan pandangan fraksi dan menyebutkan bahwa Fraksi Demokrat menolak RUU HIP jadi usul inisiatif DPR yang ditetapkan dan dikirim kepada pemerintah," kata Herman.

    Anggota Badan Legislasi dari PDIP, Arteria Dahlan sebelumnya telah membantah RUU HIP diusulkan partainya. Menurut dia, rancangan itu merupakan inisiatif Badan Legislasi.

    Salah satu tujuan dari rancangan itu, kata Arteria, adalah memperkuat legalitas Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. “Semua fraksi ingin BPIP menjadi lembaga yang diatur dalam undang-undang dan menyetujui pembahasan rancangan itu,” ujar Arteria.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | MAJALAH TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.