Jokowi: Tak Ada Kompromi untuk Kebakaran Hutan karena Manusia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Andry Prasetyo

    Ilustrasi. TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta jajarannya tidak melupakan tugas mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan meski sibuk menghadapi pandemi Covid-19. 99 persen kebakaran hutan terjadi karena ulah manusia, baik disengaja atau karena kelalaian.

    “Penegakan hukum harus tegas dan tanpa kompromi untuk menyelesaikan masalah ini," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas dari Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa, 23 Juni 2020.

    Jokowi mengatakan, berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebanyak 17 persen wilayah Indonesia mengalami musim kemarau mulai April. 38 persen memasuki musim kemarau pada Mei dan sebanyak 27 persen wilayah memasuki musim kemarau pada Juni serta sebagian besar memasuki memasuki pada Agustus.

    Presiden meminta upaya antisipasi dikedepankan. Ia meminta jajarannya segera mengecek titik-titik api yang rawan kebakaran hutan.

    ADVERTISEMENT

    "Jangan sampai api membesar baru kita padamkan. Sekecil mungkin api baru mulai segera harus kita cepat tanggap dan saya minta Gubernur, Bupati, Wali Kota, Pangdam, Danrem Dandim, Kapolda, dan Kapolres betul-betul harus cepat tanggap mengenai ini," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.