KPK Perpanjang Masa Penahanan Nurhadi Beserta Menantunya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Rezky Herbiyono berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2020. Rezky yang merupakan menantu dari mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Nurhadi terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. ANTARA/Nova Wahyudi

    Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Rezky Herbiyono berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2020. Rezky yang merupakan menantu dari mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Nurhadi terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) memperpanjang masa penahanan terhadap mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Dia tersangka kasus suap dan gratifikasi Rp 46 miliar.

    “Penyidik KPK memperpanjang masa penahanan Rutan selama 40 hari,” kata Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri hari ini, Senin, 22 Juni 2020.

    Masa penahanan pertama yang Nurhadi yang habis pada 22 Juni 2020 diperpanjang 40 hari hingga 31 Juli 2020.

    KPK juga memperpanjang masa penahanan menantunya, Rezky Herbiyono. Rezky berstatus tersangka dalam perkara ini.

    ADVERTISEMENT

    Menrut Ali, masa penahanan kedua diperpanjang karena penyidik masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan berkas perkara.

    Mereka berdua ditahan di Rumah Tahanan KPK Cabang C1, Jakarta Selatan, yang berada di belakang Gedung Merah Putih KPK.

    Adapun tersangka penyuap, yakni Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto, masih buron.

    Nurhadi dan Rezky mendekam di rutan tersebut sejak 2 Juni 2020. Tim penindakan KPK yang dipimpin Novel Baswedan mengakhiri masa pelarian Nurhadi setelah menangkapnya di sebuah rumah sewaan di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, pada 1 Juni 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?