Panglima Mutasi Perwira TNI, Ada Kepala RSPAD

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham berjalan santai di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Ahad, 7 Juni 2020. Setelah berjalan santai, ketiganya berbincang santai dan menikmati teh di veranda Istana. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham berjalan santai di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Ahad, 7 Juni 2020. Setelah berjalan santai, ketiganya berbincang santai dan menikmati teh di veranda Istana. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memutasi 49 pejabat di lingkungan TNI. Beberapa pos strategis yang akan diganti pejabatnya antara lain Inspektur Jenderal TNI AD, Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Pangdam IV/Diponegoro, Pangdam I/Bukit Barisan, Pangdam IX/Udayana, dan Kepala BIN Papua.

    "Dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier, serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman dalam keterangan tertulis, Sabtu, 20 Juni 2020.

    Mutasi ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI tanggal 18 Juni 2020 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Sebanyak 40 perwira tinggi TNI Angkatan Darat, lima perwira tinggi TNI Angkatan Laut dan empat perwira tinggi TNI Angkatan Udara.

    Berikut 40 perwira TNI AD itu:

    1. Mayor Jenderal Mochamad Effendi dari Panglima Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro menjadi Inspektur Jenderal TNI AD (Irjenad)
    2. Mayor Jenderal Bakti Agus Fadjari dari Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) menjadi Pangdam IV/Diponegoro,
    3. Mayor Jenderal Nurchahyanto dari Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Politik Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) menjadi Aster Kasad,
    4. Brigadir Jenderal Gunung Iskandar dari Wakil Asiten Personel (Waaspers) Panglima TNI menjadi TA Pengkaji Bid. Politik Lemhannas,
    5. Brigadir Jenderal Kukuh Surya Sigit Santoso dari Kepala Sekretariat Umum (Kasetum) TNI menjadi Waaspers Panglima TNI,
    6. Kolonel Infanteri Rusmili dari Perwira Pembantu (Paban) Utama Was Aspas Sahli Bidang Hubungan Internasional Panglima TNI menjadi Kasetum TNI,
    7. Mayor Jenderal dr. Bambang Dwi Hasto dari Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes)TNI menjadi Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)
    8. Mayor Jenderal dr. Tugas Ratmono dari Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Kapuskesad) menjadi Kapuskes TNI,
    9. Brigadir Jenderal dr. Asrofi Sueb Surachman dari Kepala Pusat Rehabilitasi (Kapusrehab) Kementerian Pertahanan menjadi Kapuskesad
    10. Kolonel dr. Budiman dari Sub SMF Gol. IV/ Kol Fetomaternal Dep Obgyn RSPAD Gatot Soebroto Puskesad menjadi Kapusrehab Kemhan.

    11. Mayor Jenderal Mohamad Sabrar Fadhilah dari Pangdam I/BB menjadi Pa Staf Ahli (Sahli) Tk. III Kepala Staf TNI AD Bidang Industri Teknologi Militer dan Siber (Intekmil dan Siber),
    12. Mayor Jenderal Irwansyah dari Sahli Bid. Hankam BIN menjadi Pangdam I/Bukit Barisan,
    13. Mayor Jenderal Benny Susianto dari Pangdam IX/Udayana menjadi Pa Sahli Tk. III Kasad Bidang Kawasan Khusus dan Lingkungan Hidup,
    14. Mayor Jenderal Kurnia Dewantara dari Komandan Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat (Danseskoad) menjadi Pangdam IX/Udayana,
    15. Mayor Jenderal Anton Nugroho dari TA Pengkaji Madya Bidang Sistem Manajemen Nasional (Sismennas) Lemhannas menjadi Danseskoad,
    16. Kolonel Inf A. Yudi Hartono dari Perwira Menengah (Penma) Detasemen Markas (Denma) Mabesad menjadi TA Pengkaji Madya Bid. Sismennas Lemhannas,
    17. Kolonel Ckm dr. Rahmat Saptono, dari Kepala Kesehatan Daerah Militer (Kakesdam) IV/Dip menjadi Ir Puskesad,
    18. Kolonel Ckm dr. Ari Binuko dari Ir Puskesad menjadi Dircab Puskesad,
    19. Brigjen TNI Dedi Priatna Ariestadi dari Dir PIT Pusterad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun),
    20. Kolonel Cpl Jajah Subarjah, S.E., M.M. dari Analisa Kebijakan Bid. Pengumpulan dan Pengolahan Informasi pada Deputi Bid. Sistem Nasional Setjen Wantannas menjadi Direktur Pusat Informasi Teritorial (Dir PIT) Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad).

    21. Brigjen Bambang Irianto dari  Dircab Pusat Pembekalan Angkutan Angkatan Darat (Pusbekangad) menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), 
    22. Kolonel Cba Budi Fitri dari Kasubbit Binalsatri Pusbekangad menjadi Dircab Pusbekangad,
    23. Mayor Jenderal Zulfardi Junin dari Staf Ahli Bidang Ideologi dan Politik Badan Intelijen Negara (BIN) menjadi Agen Madya pada Staf Ahli Bidang Ideologi dan Politik BIN,
    24. Brigadir Jendral Abdul Haris Napoleon dari Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua menjadi  Staf Ahli Bidang Ideologi dan Politik BIN,
    25. Kolonel Inf I Gusti Putu Danny Nugraha Karya dari Pamen Denma Mabesad menjadi Kabinda Papua BIN,
    26. Brigadir Jenderal Made Datrawan dari Pembantu Deputi Urusan Rencana Kontijensi (Bandep Ur. Renkon) pada Deputi Bidang Politik dan Strategi Setjen Wantannas menjadi Deputi Bidang Sistem Nasional Setjen Wantannas,
    27. Mayor Jenderal Sugeng dari Staf Ahli Bidang Sosial Budaya Setjen Wantannas menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun),
    28. Brigadir Jenderal Ana Supriatna dari Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Danpussenkav) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AD (Kodiklatad) menjadi Sahli Bid. Sosbud Setjen Wantannas,
    29. Brigadir Jenderal Wawan Ruswandi dari Direktur Pengkajian (Dirjian) Kodiklatad menjadi Danpussenkav Kodiklatad,
    30. Brigadir Jenderal Syaiful Rahman dari Danrem 161/WS (Kupang) Kodam IX/Udy menjadi Dirjian Kodiklatad,

    31. Kolonel Inf Samuel Petrus Hehakaya dari Agen Madya Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN menjadi Danrem 161/WS (Kupang) Kodam IX/Udy,
    32. Kolonel Arh Haris Sarjana dari Pamen Denma Mabesad menjadi Karo Persidangan, Sistem Informasi dan Pengawasan Internal Setjen Wantannas,
    33. Brigadir Jenderal Wahyu Wibowo dari Wakil Kepala Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) TNI menjadi Anggota Panitera, Kelompok Hakim Militer Utama (Pokkimmiltama) Mahkamah Agung,
    34. Brigadir Jenderal Wahyoedho Indradjit dari Direktur Hukum Angkatan Darat (Dirkumad) menjadi Waka Babinkum TNI,
    35. Kolonel Chk (K) Tetty Melina Lubis dari Ketua Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Direkyi Hukum Angkatan Darat menjadi Dirkumad,
    36. Mayor Jenderal Abdul Hafil Fuddin dari Dosen Universitas Pertahanan menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun),
    37. Mayor Jendral Rochadi dari Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopssus) TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun),
    38. Brigadir Jenderal Ranto Parulian Silaban dari Pa Sahli Tk. II Kamteror Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun),
    39. Brigadir Jenderal Amalsyah Tarmizi dari Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Sosbud menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun)
    40. Mayor Jenderal Sucianto dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).

    Adapun lima perwira tinggi TNI AL yaitu:
    1. Kolonel Laut Eri Khasman dari Analis Kebijakan Bid. Politik Keamanan Nasional pada Deputi Bid. Pengkajian dan Penginderaan menjadi Bandep Ur. Renkon pada Deputi Bid. Politik dan Strategi Setjen Wantannas,
    2. Laksamana Muda Gregorius Agung dari Karo Persidangan, Sistem Informasi dan Pengawasan Internal Setjen Wantannas menjadi Sahli Bid. Hankam Setjen Wantannas,
    3. Kolonel Laut (S) Mulyono dari Paban Log Ditum Akademi TNI menjadi Ir Bakamla,
    4. Mayor Jenderal (Mar) Yuniar Ludfi dari Aspotmar Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun),
    5. Brigadir Jenderal (Mar) Suhono dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).

    Sedangkan empat perwira tinggi TNI Angkatan Udara adalah:

    1. Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun),
    2. Marsekal Muda Irawan Nurhadi dari Deputi Bid. Sarana dan Prasarana, dan Sistem Komunikasi Pencarian dan Pertolongan BNPP menjadi Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) Kasau,
    3. Marsekal Muda Suparmono dari Aspotdirga Kasau menjadi Deputi Bid. Sarana dan Prasarana, dan Sistem Komunikasi Pencarian dan Pertolongan BNPP,
    4. Marsekal Pertama Andi Gunawan Wirson dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.