Bareskrim Tangkap Tersangka Baru di Kasus ABK Long Xing

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat 8 Mei 2020. Sebanyak 14 WNI ABK yang diduga mengalami eksploitasi di kapal berbendera China tersebut tiba di Indonesia dan akan menjalani karantina kesehatan di asrama milik Kementerian Sosial. ANTARA FOTO/Hasnugara

    Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat 8 Mei 2020. Sebanyak 14 WNI ABK yang diduga mengalami eksploitasi di kapal berbendera China tersebut tiba di Indonesia dan akan menjalani karantina kesehatan di asrama milik Kementerian Sosial. ANTARA FOTO/Hasnugara

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri menangkap Zakaria, mantan Direktur Perusahaan penyalur anak buah kapal atau ABK Indonesia yang bekerja di Kapal Long Xing 629.

    "Ya benar, pada 12 Juni 2020 lalu kami tangkap tersangka Z terkait kasus dugaan TPPO (tindak pidana perdagangan orang) terkait kapal Long Xing 629," ujar Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Komisaris Besar John W. Hutagalung saat dikonfirmasi pada Selasa, 16 Juni 2020.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, peran Zakaria terkait dengan perjanjian laut para ABK. Pelaku, menurut polisi, yang menandatangani perjanjian kerja laut dengan keempat ABK yang diberangkatkan oleh perusahaannya.

    John menyebut Zakaria bakal dijerat dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO jo Pasal 55 KUHP.

    Baca juga: 5 Fakta Polemik ABK Indonesia di Kapal Cina Dibuang ke Laut

    Sebelum Zakaria, kepolisian sudah terlebih dulu menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah W dari PT APJ di Bekasi; F dari PT LPB di Tegal; dan J dari PT SMG di Pemalang.

    Dalam kasus ini, tiga ABK Indonesia tewas akibat sakit setelah diduga mengalami perbudakan. Jenazah ketiganya yang dilarung ke laut sempat viral dan membuat geger.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.