Novel Soal Bintang Emon: Menyampaikan Kebaikan Malah Diserang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stand Up Comedian, Bintang Emon. Instagram/@bintangemon

    Stand Up Comedian, Bintang Emon. Instagram/@bintangemon

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengaku telah mengetahui dukungan yang diberikan oleh sejumlah masyarakat, termasuk di antaranya dari stand up comedian, Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra alias Bintang Emon.

    Novel berterima kasih atas dukungan yang ia terima dalam menghadapi kejanggalan dalam peradilan kasusnya. Ia mengaku senang mendapat dukungan, terlebih dari sosok muda seperti Bintang Emon. Meski kemudian hal tersebut membuat Bintang belakangan mendapat serangan di media sosial.

    "Tentunya semua prihatin dengan hal ini. Saya berdoa semoga apa yang terjadi dengan Bintang Emon ini membuat orang paham bahwa Bintang Emon sudah berbuat baik. Semoga dengan ia begitu semakin disayang publik," kata Novel dalam acara Ngobrol Tempo, Senin, 15 Juni 2020.

    Novel mengatakan manusia punya pilihan untuk berbuat baik, diam saja, atau justru berbuat tak baik. Berbuat baik suatu nilai yang besar dan akan mendidik karakter. Namun Novel mengingatkan dalam berbuat baik, sering kali ada gangguan, termasuk seperti yang terjadi dengan Bintang Emon.

    ADVERTISEMENT

    "Kita lihat sekarang adik-adik kita Bintang Emon, ternyata dalam menyampaikan kebaikan, kritik yang baik, dengan cara yang baik, malah diserang," kata Novel.

    Bintang diketahui mengalami upaya peretasan di akun email pribadi dan anggota keluarganya. Selain itu di media sosial, ia juga mulai mendapat serangan dalam bentuk tudingan mengkonsumsi narkoba. Semua ini terjadi setelah ia mengunggah sketsa stand up comedy yang mempertanyakan tuntutan rendah jaksa terhadap dua terdakwa penyerang Novel Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.