Saan: PDIP dan Golkar Ingin Sistem Pemilu Proporsional Tertutup

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saan Mustofa Wakil Seketaris Jendral Partai Demokrat. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Saan Mustofa Wakil Seketaris Jendral Partai Demokrat. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa mengatakan ada dua fraksi yang mendukung sistem pemilu proporsional tertutup dalam pembahasan RUU Pemilu.

    “Yang ingin tertutup PDIP dan Golkar,” kata Saan dalam telekonferensi hari ini, Ahad, 7 Juni 2020.

    Menurut Saan, meski mendukung sistem tertutup Golkar masih membuka ruang untuk penggabungan atau varian sistem lainnya.

    Politikus Partai NasDem itu menjelaskan dalam sistem pemilu proporsional tertutup, pemilih mencoblos gambar partai politik. Nantinya partai menyusun urutan calon legislatif yang akan diputuskan masuk parlemen sesuai urutan.

    Adapun fraksi-fraksi yang mendukung sistem pemilu proporsional terbuka adalah NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional.

    Partai Gerindra, menurut dia, belum menyatakan sikap.

    “Kami menunggu sikap dari Gerindra,” ujar Saan.

    Menurut Saan, alasan sejumlah partai mengusung sistem pemilu terbuka adalah untuk memperkuat partisipasi publik serta memberi kebebasan hak eksklusif di publik dalam memilih anggota legislatif yang dipandang baik.

    Sejumlah partai pendukung sistem terbuka juga ingin menghindari tumbuhnya oligarki elite partai dalam menentukan calon terpilihnya.

    “Isu ini masih menjadi isu yang diperdebatkan di DPR,” kata eks Wakil Sekjen artai Demokrat tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.