Jokowi Minta Jatim, Kalsel, dan Sulsel Dapat Perhatian Khusus

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 1 Juni. Upacara secara virtual itu dilakukan karena pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/BPMI Setpres/Handout

    Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 1 Juni. Upacara secara virtual itu dilakukan karena pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/BPMI Setpres/Handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan mendapat perhatian khusus dalam penanganan Covid-19.

    "Tolong ini jadi perhatian kuhsus, sehingga angka penyebarannya bisa lebih turun lagi," ujar Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas Covid-19, yang digelar secara teleconference, Rabu, 4 Juni 2020.

    Tak hanya Gugus Tugas, Jokowi juga meminta pada kementerian hingga TNI-Polri untuk memberi perhatian khusus pada ketiga daerah tersebut.

    Dari data Gugus Tugas hingga Selasa, 3 Juni 2020, di Jawa Timur tercatat ada 5.318 kasus, atau tertinggi kedua setelah DKI Jakarta. Yang menonjol adalah penambahan kasus perharinya. Hingga kemarin saja, penambahan kasusnya mencapai 183 kasus per hari.

    Adapun di Sulawesi Selatan, penambahan kasusnya mencapai 38 kasus per hari. Sehingga total kasusnya mencapai 1.668 kasus atau keempat tertinggi.

    Sedangkan di Kalimantan Selatan, ada 1.033 kasus secara keseluruhan. Namun penambahan kasusnya mencapai 64 kasus per hari, atau tertinggi di luar Pulau Jawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.