3 Poin Instruksi Jokowi Soal TNI - Polri Kawal New Normal

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan TNI, Polisi, Dishub dan Pemda Kota Tangerang melakukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada check point di Jalan HOS Cokroaminoto, Larangan, Tangerang, Banten, Sabtu, 18 April 2020. Tangerang Raya hari ini resmi memberlakukan penerapan PSBB hingga 3 Mei 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas gabungan TNI, Polisi, Dishub dan Pemda Kota Tangerang melakukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada check point di Jalan HOS Cokroaminoto, Larangan, Tangerang, Banten, Sabtu, 18 April 2020. Tangerang Raya hari ini resmi memberlakukan penerapan PSBB hingga 3 Mei 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Joko Widodo atau Jokowi bakal kembali menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus bersiap memasuki kondisi new normal

    "Kita ingin tetap produktif, tapi aman Covid-19. Sekali lagi, produktif dan aman Covid-19. Ini yang kita inginkan," ujar Jokowi saat menyambangi Summarecon Mal Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 26 Mei 2020.

    Untuk itu, Jokowi meminta TNI dan Polri untuk mengawal program berdamai dengan Covid-19 ini. Berikut faktanya:

    1. 340 Ribu Aparat

    Jokowi memerintah TNI dan Polri berjaga di keramaian untuk mendisiplinkan masyarakat mengikuti protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Jokowi ingin masyarakat tetap produktif, tapi aman dari Covid-19. Pengerahan pasukan dilakukan sejak, Selasa, 26 Mei 2020. “TNI dan Polri ini adalah mengawasi pelaksanaan di lapangan,” kata dia.

    TNI dan Polri akan mengerahkan 340 ribu anggotanya untuk tujuan itu. Mereka akan diterjunkan di pusat keramaian seperti mal, pasar dan tempat pariwisata. Petugas akan memantau agar masyarakat mematuhi aturan PSBB.

    2. 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota

    Jokowi mengatakan personel TNI dan Polri dikerahkan di 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota. Di antaranya, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Gorontalo. Sementara untuk kota, ada Surabaya dan Malang. “Kita ingin sekali lagi, bisa masuk ke normal baru,” kata dia.

    Jokowi mengatakan punya alasan memilih daerah tersebut sebagai awal penerapan New Normal. Dia mencontohkan di Bekasi skala R0, atau indikator penularan sebuah virus di wilayah itu sudah berada di bawah angka 1. Artinya, peningkatan penularan dianggap sudah kecil. “Kurva R0-nya seperti di Bekasi ini sudah di bawah 1,” ujar dia.

    3. Kemungkinan Diperlebar

    Mantan Gubernur Jakarta ini berujar akan mengevaluasi penerapan New Normal selama satu pekan. Dengan menimbang dampak dari kebijakan ini, ia mengatakan akan memperluas penerapannya di wilayah lain bila hasilnya bagus. “Akan kami lebarkan ke provinsi dan kabupaten, kota yang lainnya apabila dirasa terdapat perbaikan-perbaikan yang signifikan,” kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.