Doni Monardo: Kelompok Usia Muda Paling Banyak Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Ketua BNPB Doni Monardo. ANTARA/Nova Wahyudi

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Ketua BNPB Doni Monardo. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  Doni Monardo membenarkan bahwa kasus positif Covid-19 paling banyak dialami kelompok usia muda. “Betul banyak yang positif, namun angka kematiannya kecil, 15 persen,” kata Doni kepada Tempo, Selasa, 12 Mei 2020.

    Adapun angka kematian karena Covid-19 paling banyak dialami kelompok usia di atas 46 tahun, yaitu mencapai 85 persen. Berdasarkan data Covid19.go.id, kasus terkonfirmasi positif mencapai 14.265 dengan 991 kasus meninggal. Berdasarkan kelompok umur, sebanyak 47,8 persen dari total kasus positif merupakan usia 18-30 dan 31-45 tahun. Adapun kelompok umur 46-59 tahun dan di atas 60 tahun mencapai 46,6 persen.

    Doni berujar, atas dasar itulah pemerintah memperbolehkan masyarakat di bawah usia 45 tahun untuk kembali bekerja. Tetapi, kata Doni, jika ada yang dinyatakan positif Covid-19, mereka harus melakukan isolasi mandiri. Doni juga membantah bila rencana membolehkan kaum muda beraktivitas di tengah pandemi ini sebagai penerapan herd immunity. “Tidak.”

    Kelompok usia muda yang dibolehkan beraktivitas dibatasi untuk 11 bidang, yaitu kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, serta kebutuhan sehari-hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.