Pasien Meninggal Covid-19 Hanya Bertambah 8 Orang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tanda pengenal yang terbuat dari kardus pengganti nisan berada di atas pusara pemakaman dengan protokol Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta, Rabu, 22 April 2020. Di TPU ini juga dimakamkan jenazah ODP yang belum mendapatkan hasil tes virus corona.  ANTARA/Muhammad Adimaja

    Sejumlah tanda pengenal yang terbuat dari kardus pengganti nisan berada di atas pusara pemakaman dengan protokol Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta, Rabu, 22 April 2020. Di TPU ini juga dimakamkan jenazah ODP yang belum mendapatkan hasil tes virus corona. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, melaporkan penambahan pasien meninggal sebanyak 8 orang. “Sehingga total kasus meninggal menjadi 773 orang,” kata Yurianto dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB, Selasa, 28 April 2020.

    Angka penambahan pasien meninggal itu berangsur-angsur turun jika dibandingkan data sebelumnya. Pada 27 April 2020, penambahan pasien meninggal tercatat sebanyak 22 orang. Kemudian pada 26 April 2020 tercatat sebanyak 23 orang. Pada 25 April 2020 tercatat ada penambahan sebanyak 31 orang meninggal.

    Meski begitu, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 naik signifikan menjadi 9.511 setelah ada penambahan sebanyak 415 orang. Penambahan itu menunjukkan masih ada penularan di tengah masyarakat.

    Achmad Yurianto juga menyampaikan jumlah pasien sembuh juga terus tumbuh menjadi 1.254 kasus, karena ada penambahan dari 103 orang. Provinsi DKI menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh paling banyak, yaitu 363, Jawa Timur 144, Sulawesi Selatan 108, Jawa Barat 103, dan Jawa Tengah 89.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H