Mahfud Md.Sebut Isolasi Corona di Penjara Lebih Bagus dari Rumah

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjara. Sumber: aa.com.tr

    Ilustrasi penjara. Sumber: aa.com.tr

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md. angkat bicara mengenai kontroversi wacana remisi atau pembebasan napi korupsi dalam mencegah penyebaran virus Corona dan penyakit Covid-19.

    Menurut Maffud Md., justru di ruang tahanan napi korupsi lebih efektif menjadi tempat islolasi mencegah penyebaran Corona dibandingkan di rumah.

    "Malah diisolasi di sana lebih bagus daripada di rumah," ujarnya dalam keterangan resminya pada Sabtu, 4 April 2020.

    Dia menerangkan kondisi di sel para koruptor itu tidak berdesakkan sehingga mendukung penerapan psychal distancing dalam masa wabah Corona ini.

    Mahfud Md. lantas menegaskan bahwa tidak ada rencana pemerintah untuk merevisi PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan terutama yang mengatur pembebasan napi korupsi. 

    "Agar clear ya, tidak ada rencana memberi remisi atau pembebasan bersyarat kepada narapidana (dalam perkara apapun)," ujarnya.

    Sebelumnya, Menkumham Yasonna Laoly mengatakan tengah menyiapkan revisi PP 99 Tahun 2012 dalam upaya meminimalisasi penyebaran virus Corona di penjara.

    Dia menyebut napi korupsi bisa dibebaskan dengan syarat sudah berusia 60 tahun ke atas dan telah menjalani dua pertiga masa tahanannya. "Jumlahnya 300 orang."

    Penjelasan Laoly terssebut kontan memicu kritik dari banyak pihak.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?