Pemerintah Siapkan Bantuan bagi TKI yang Terjebak di Malaysia

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang yang tiba dari Port Dickson, Malaysia, mengantre pada pembatas stiker panduan tanda pengatur jarak sosial setiap individu (social distancing) yang dipasang di terminal kedatangan Pelabuhan Internasional PT Pelindo I Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 20 Maret 2020. Pemberlakuan kebijakan social distancing untuk mengantisipasi terpapar dari wabah COVID-19 terhadap penumpang yang tiba dari luar negeri diterapkan di Pelabuhan Dumai sejak diumumkannya status lockdown di Negara Malaysia. ANTARA

    Sejumlah penumpang yang tiba dari Port Dickson, Malaysia, mengantre pada pembatas stiker panduan tanda pengatur jarak sosial setiap individu (social distancing) yang dipasang di terminal kedatangan Pelabuhan Internasional PT Pelindo I Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 20 Maret 2020. Pemberlakuan kebijakan social distancing untuk mengantisipasi terpapar dari wabah COVID-19 terhadap penumpang yang tiba dari luar negeri diterapkan di Pelabuhan Dumai sejak diumumkannya status lockdown di Negara Malaysia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang tidak bisa pulang di tengah wabah virus corona. Sejauh ini, kata Ma'ruf, mereka baru mendapat bantuan dari Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia berupa sembako.

    "Sekarang juga pemerintah sedang menyiapkan untuk mengirimkan sembako ke Malaysia untuk mereka yang dalam keadaan yang sulit," kata Ma'ruf dalam sesi wawancara melalui video conference, Selasa, 31 Maret 2020.

    Pemerintah Malaysia telah menerapkan lockdown sehingga berakibat TKI kesulitan pulang. Namun ada juga TKI yang berhasil pulang sendiri. Bagi TKI yang tak bisa kembali secara pribadi, Ma'ruf mengatakan pemerintah menyiapkan upaya pemulangan bagi mereka.

    Untuk mengantispasi adanya TKI yang terjangkit corona, Ma'ruf menuturkan transportasi, penanganan di pintu masuk, hingga saat mereka tiba di kampung halamannya, akan terus dipantau pemerintah.

    "Apabila ada yang kemungkinan terindikasi yang patut memperoleh pengobatan, maka pemerintah juga sudah menyiapkan kemungkinannya untuk menampung mereka, mengisolasi mereka di tempat yang sudah disediakan sesuai dengan protokol penanganan corona," kata Ma'ruf.

    Menurutnya sejumlah titik seperti Pulau Galang dan Natuna menjadi beberapa opsi lokasi karantina. Untuk memantau kondisi para TKI yang pulang, Ma'ruf pun meminta agar kepala daerah masing-masing selalu waspada.

    "Ini yang menjadi juga penting ketika mereka pulang ke daerah ini supaya pemerintah daerah, gubernur-gubernur terutama, supaya menyiapkan diri untuk mengantisipasi keadaan ini dan menyiapkan kemungkinan penanggulanngannya di daerah-daerah itu," kata Ma'ruf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.