Jokowi: Rapid Test Diprioritaskan Bagi Keluarga Tim Medis dan ODP

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rapid test. Shutterstock

    Ilustrasi rapid test. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta alat tes kilat atau rapid test selalu disiapkan untuk menanggulangi penyebaran Virus Corona. Rapid test itu diprioritaskan bagi tenaga medis dan keluarganya. "Untuk rapid test, saya minta yang diprioritaskan adalah tenaga-tenaga kesehatan beserta seluruh lingkaran keluarganya, dan khususnya yang terkena status ODP (orang dalam pengawasan)," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas membahas laporan Gugus Tugas Penanganan Corona, yang digelar melalui video conference, Senin, 30 Maret 2020.

    Selain rapid test, Presiden juga meminta ketersediaan alat-alat penunjang seperti PCR, juga harus disiapkan. Apalagi, Jokowi mengatakan belakangan banyak Kepala Daerah yang meminta alat kelengkapan uji lab untuk di daerahnya. Ia meminta agar permintaan itu diperhatikan oleh semua pihak.

    Jokowi menegaskan bahwa perlindungan tenaga kesehatan dan juga penyediaan obat serta alat-alat kesehatan, harus dijadikan prioritas yang utama. Seluruh dokter, tenaga medis, perawat, harus dipastikan bisa bekerja dengan aman dengan peralatan kesehatan yang memadai.

    Pada 23 Maret yg lalu, Jokowi mengatakan pemerintah pusat sudah mengirimkan 165 ribu APD ke setiap provinsi. Selama ini, minimnya ketersediaan APD menjadi masalah utama yang dikhawatirkan oleh tenaga kesehatan, sebagai garda depan penanganan virus Corona yang telah menjadi pandemi. "Saya minta ini betul-betul dipantau, dari Provinsi harus segera ditransfer lagi ke rumah sakit rumah sakit di daerah sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.