TNI Sebut 151 Ribu APD untuk Tenaga Medis Sudah Dikirim ke Daerah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk berisi alat kesehatan yang dibeli Indonesia dari pemerintah Cina terlihat di Bandara Internasional Pudong, Shanghai, China, Sabtu malam, 21 Maret 2020. Alat kesehatan tersebut terdiri dari masker bedah, masker N95 masks, pakaian APD, kacamata pelindung, sarung tangan, penutup sepatu dan kepala serta termometer inframerah. Facebook TNI AU/Dispenau

    Truk berisi alat kesehatan yang dibeli Indonesia dari pemerintah Cina terlihat di Bandara Internasional Pudong, Shanghai, China, Sabtu malam, 21 Maret 2020. Alat kesehatan tersebut terdiri dari masker bedah, masker N95 masks, pakaian APD, kacamata pelindung, sarung tangan, penutup sepatu dan kepala serta termometer inframerah. Facebook TNI AU/Dispenau

    TEMPO.CO, Jakarta - Paban IV/Operasi Dalam Negeri Staf Operasi TNI, Kolonel Aditya Nindra Pasha mengatakan 151 ribu dari 170 ribu stok alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis yang menangani Corona sudah didistribusikan ke daerah. 

    "Pertama, APD tersebut akan didorong khususnya kepada daerah-daerah yang memiliki kesulitan transportasi," kata Aditya di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020.

    TNI, kata dia, telah mendukung distribusi ke wilayah di Provinsi Papua dan Papua Barat, kemudian beberapa daerah di wilayah perbatasan. Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat pemenuhan APD di wilayah sehingga dapat segera diprioritaskan kepada tenaga medis.

    Di samping itu, Aditya menjelaskan, ada cara distribusi kedua yang dilaksanakan oleh masing-masing provinsi. "Mereka mengirimkan penghubung-penghubung dari wilayah atau provinsi yang ada di Jakarta, kemudian mereka datang langsung untuk mengambil alat pelindung diri tersebut," ujar dia.

    Ia mengatakan setelah APD untuk tenaga medis tersebut terdistribusi di wilayah, maka akan diserahkan ke gugus-gugus tugas daerah. "Prioritas distribusi APD yang ada di setiap daerah itu menjadi wewenang dari gugus tugas daerah," kata Kolonel Aditya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara