Dewan Pers Minta Pers Terus Ajak Masyarakat Tanggulangi Corona

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berjalan melewati karangan bunga sebagai bentuk dukungan untuk staf medis yang merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19, di Jakarta, 24 Maret 2020. Hingga Selasa 24 Maret 2020, merawat 10 pasien positif Corona. TEMPO/Nurdiansah

    Pengunjung berjalan melewati karangan bunga sebagai bentuk dukungan untuk staf medis yang merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19, di Jakarta, 24 Maret 2020. Hingga Selasa 24 Maret 2020, merawat 10 pasien positif Corona. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh meminta media massa terus mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan untuk ikut menanggulangi pandemi Corona atau Covid-19 bersama pemerintah.

    “Penanggulangan pandemi ini menjadi upaya bersama yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa baik unsur pemerintah, dunia usaha, kelompok masyarakat dan pers,” kata Nuh dalam siaran tertulisnya, Kamis, 26 Maret 2020.

    Nuh mengatakan, dibutuhkan kesungguhan, sumbangsih, dan kerja sama semua pihak untuk mengatasi bencana ini. Untuk insan pers, Nuh mengingatkan agar tetap berpegang teguh pada protokol dan SOP Covid-19, demi menjaga kesehatan dan keselamatan.

    Nuh juga berterima kasih kepada segenap unsur pers nasional yang tanpa kenal lelah terus meliput dan memberitakan perkembangan pandemi Covid-19. “Sehingga masyarakat Indonesia pada umumnya mendapatkan informasi yang dibutuhkan, khususnya dalam membangun kesadaran kolektif untuk mencegah semakin meluasnya pandemi Covid 19,” ujarnya.

    Dewan Pers, kata Nuh, mengapresiasi para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya sebagai garda terdepan, pejuang kemanusiaan dalam memberikan layanan medis bagi korban Corona secara langsung.

    Dewan Pers juga menyampaikan duka cita bagi para dokter, tenaga medis, dan pahlawan kemanusiaan yang meninggal akibat terpapar virus Corona ketika sedang menjalankan tugasnya. “Semoga amal ibadah dan kemuliaan budi mereka diterima Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Demikian juga, bagi para pasien yang meninggal akibat Covid-19,” kata dia.

    Apresiasi juga diberikan kepada pemerintah pusat dan daerah yang telah bekerja keras menangani pandemi di daerahnya masing-masing. Nuh yakin pemerintah terus berupaya sekuat tenaga untuk menangani Covid-19 dan dampak turunannya, seperti ekonomi dan sosial, dengan baik.

    Dewan Pers juga memberikan apresiasi kepada TNI, Polri, rumah sakit, perguruan tinggi, kalangan pengusaha, dan unsur-unsur masyarakat yang telah berkontribusi positif dan nyata terhadap upaya penanggulangan musibah nasional covid 19. “Semangat kesukarelawanan dan gotong royong semua pihak merupakan modal utama bangsa Indonesia untuk dapat segera mengatasi bencana nasional ini,” katanya.

    Nuh mengingatkan, yang dibutuhkan saat ini tidak sebatas pada penanganan medis terhadap masyarakat yang terpapar atau diduga terpapar virus Corona. Tetapi juga dampak sosial dan ekonomi. Dewan pers, kata Nuh, menyambut baik berbagai paket kebijakan yang telah diluncurkan pemerintah untuk menangani dampak sosial-ekonomi tersebut, meskipun harus dikawal realisasi di lapangannya.

    Nuh mengajak semua pihak untuk memperkuat solidaritas sosial, dengan memberi perhatian khusus untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian sehari-hari atau yang mengalami penurunan penghasilan. “Masih banyak warga masyarakat yang bekerja di sektor informal dan menggantungkan diri pada pendapatan harian,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.