Wali Kota Surakarta Cukur Gundul Tolak Bala Virus Corona

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kota Surakarta memutuskan untuk meliburkan sekolah serta sejumlah tempat wisata hingga waktu yang belum ditentukan. Langkah tersebut diambil dalam rapat koordinasi penanganan virus COVID-19 yang dipimpin Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Jum'at malam, 13 Maret 2020. (FOTO: AHMAD RAFIQ)

    Kota Surakarta memutuskan untuk meliburkan sekolah serta sejumlah tempat wisata hingga waktu yang belum ditentukan. Langkah tersebut diambil dalam rapat koordinasi penanganan virus COVID-19 yang dipimpin Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Jum'at malam, 13 Maret 2020. (FOTO: AHMAD RAFIQ)

    TEMPO.CO, Surakarta-Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo melakukan ritual potong rambut hingga gundul yang dimaksudkan untuk membuang sial dan penyakit, Rabu, 25 Maret 2020. Dia juga mengajak beberapa pejabat di Pemerintah Kota Surakarta untuk memotong rambut bersama-sama di rumah dinasnya.

    Ide potong rambut itu mencul mendadak usai Rudyatmo memimpin rapat koordinasi penanganan wabah virus corona atau Covid-19. Dia tiba-tiba menyuruh ajudannya untuk memanggil tukang pangkas rambut langganannya. "Sebagian orang meyakini bahwa potong rambut merupakan sarana buang sial atau tolak bala," katanya.

    Selain itu, dia menyebut bahwa potong rambut hingga habis itu juga sebagai upaya membersihkan diri. "Kotoran dan kuman jika nempel di rambut susah dibersihkan," kata dia.

    Melalui potong rambut itu, dia menyebut tubuh akan lebih mudah dibersihkan. Dalam kegiatan itu dia langsung memanggil beberapa kepala dinas, camat hingga lurah untuk ikut potong rambut bersama. Alhasil, mereka harus mengantre lantaran hanya ada dua tukang pangkas rambut yang disediakan.

    Rudyatmo terlihat berkali-kali mengingatkan bawahannya untuk menjaga jarak. "Hayo, tolong duduknya geser," ujarnya mengingatkan beberapa orang yang tengah duduk di tangga rumah dinasnya.

    Kota Surakarta menerapkan status kejadian luar biasa (KLB) wabah Covid-19 sejak lebih dari sepuluh hari lalu. Surakarta termasuk salah satu kota yang paling awal meliburkan sekolah serta menutup tempat-tempat wisata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.