Pilkada Kediri, Putra Pramono Anung Berpotensi Calon Tunggal

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto romantis Sekretaris Kabinet Pramono Anung bersama istrinya Endang Nugrahani yang diunggah di akun media sosial. Pasangan yang telah dianugrahi cucu ini kerap berfoto berdua di Instagram. Instagram/@Paramono

    Foto romantis Sekretaris Kabinet Pramono Anung bersama istrinya Endang Nugrahani yang diunggah di akun media sosial. Pasangan yang telah dianugrahi cucu ini kerap berfoto berdua di Instagram. Instagram/@Paramono

    TEMPO.CO, Kediri – Hanindhito Himawan Pramana atau Dhito, putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung diprediksi menjadi calon tunggal pemilihan kepala daerah Kabupaten Kediri. Hal ini menuai kritik masyarakat yang menilai pilkada hanya menjadi dinamika elit.

    Pengamat politik dari Institut Agama Islam Negeri Kediri Taufik Al Amin mengatakan kemunculan satu calon dalam pemilihan Bupati Kediri periode 2020-2025 menunjukkan kuatnya dominasi elite politik. Masyarakat, menurutnya, belum dilibatkan sehingga keseluruhan proses pilkada menjadi hak partai politik. “Belum dibuka ruang untuk melibatkan masyarakat. Semuanya diperankan parpol yang telah menjadi kartel,” kata Taufik Al Amin, Jumat, 20 Maret 2020.

    Jika situasi ini terus dipaksakan dalam pemilihan kepala daerah, ia melihat akan melahirkan situasi yang sama setiap lima tahunnya. Karena itu pemerintah harus memikirkan untuk merevisi regulasi yang telah ditetapkan Mahkamah Konstitusi ini, agar menumbuhkan partisipasi publik dalam memilih pemimpin.

    Sebab faktanya, demokrasi di Indonesia, kata  Taufik, masih menjadi kedaulatan partai. Masyarakat tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah karena terganjal dominasi partai. “Mau calon tunggal atau tidak, itu tergantung partainya,” ujar Taufik Al Amin.

    Ketua DPRD Kabupaten Kediri  yang juga politikus PDIP, Dodi Purwanto, mengatakan  rekomendasi partai untuk calon bupati  belum keluar. Namun ia tak memungkiri bahwa satu-satunya nama yang menguat  untuk mendapat rekom pusat adalah Hanindhito Himawan Pramana. “Menunggu rekom dulu, baru kita bisa umumkan,” katanya.

    Ketika ditanya alasan mengusung Dhito sebagai bakal calon bupati, Dodi mengatakan partainya memiliki kewajiban memberi nilai manfaat kepada masyarakat. Karena itu PDIP Kediri menampilkan Dhito sebagai kader yang memiliki nilai plus.

    Meski demikian Dodi mengakui jika nama Dhito tidak mendaftar sebagai bakal calon bupati melalui DPC PDIP Kabupaten Kediri. Anak Pramono Anung itu mendaftar dalam penjaringan di tingkat DPP yang sama-sama memiliki hak untuk menerima pendaftaran.

    Soal kemungkinan terjadinya calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah ke depan, Dodi enggan berkomentar. Menurutnya terlalu dini untuk memastikan hal itu mengingat sampai detik ini belum ada satupun partai politik yang mengeluarkan rekomendasi. “Namun kami (PDIP) sudah melakukan komunikasi dengan partai-partai agar bisa bersatu,” katanya.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.