Breaking News: AHY Jadi Ketua Umum Demokrat, Gantikan SBY

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri Kongres V Partai Demokrat, di JCC, Senayan, Ahad, 15 Maret 2020. Ia disebut telah mengantongi 90 persen suara untuk menjadi Ketua Umum partai berlogo bintang mercy ini. TEMPO/Fikri Arigi

    Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri Kongres V Partai Demokrat, di JCC, Senayan, Ahad, 15 Maret 2020. Ia disebut telah mengantongi 90 persen suara untuk menjadi Ketua Umum partai berlogo bintang mercy ini. TEMPO/Fikri Arigi

    TEMPO.CO, Jakarta - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dipastikan menggantikan sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Demokrat. AHY terpilih secara aklamasi. Keputusan ini merupakan hasil dari Kongres V partai yang digelar di Jakarta Convention Center Senayan pada Ahad, 15 Maret 2020.

    Salah satu politikus Demokrat lewat Twitt-nya, Jansen Sitindaon, mengatakan AHY terpilih atas dukungan bulat 34 DPD dan 514 DPC Demokrat se-Indonesia.

    "Pimpinan sidang Bpk EE Mangindaan memutuskan secara aklamasi mas AHY menjadi Ketua Umum Demokrat periode 2020-2025. Terimakasih pak SBY," kata Ketua DPP Demokrat ini lewat akun resmi twitternya pada Ahad, 15 Maret 2020. 

    Sebelumnya, saat memberikan sambutan pembukaan kongres, SBY mengatakan yakin Partai Demokrat akan memiliki masa depan yang lebih cerah di tangan para pemimpin baru yang mengemban tugas selama lima tahun ke depan.

    Ia juga meyakini bahwa pimpinan baru Partai Demokrat adalah kader-kader yang kapabel, memiliki visi dan kompetensi, setia kepada perjuangan partai, serta punya komitmen yang tinggi untuk membesarkan Partai Demokrat.

    "Sebenarnya, ketika para pemimpin baru itu datang, pemimpin-pemimpin lama tidaklah pergi. Kami-kami akan tetap di sini dan berjuang bersama. Justru, partai akan semakin kuat," kata SBY.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.