Kejari Medan Segera Limpahkan Berkas Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Reporter

Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

TEMPO.CO, Medan - Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan segera melimpahkan berkas perkara pembunuhan hakim Pengadilan Negeri atau PN Medan Jamaluddin ke pengadilan. Tadi pagi, Kepala Kejari Medan Dwi Setyo menyerahkan tersangka dan barang bukti untuk tiga berkas perkara dan tiga tersangka.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, dalam waktu dekat kita akan segera limpah ke Pengadilan Negeri Medan," kata Dwi, Selasa, 10 Maret 2020.

Pelimpahan berkas diharapkan bisa dilakukan sebelum 20 hari masa penahanan ketiga tersangka yakni istri korban Zuraida Hanum, 41 tahun yang juga pelaku utama, dan eksekutor Jefri Pratama, 42, dan Reza Fahlevi, 29 tahun, berakhir.

Pada kesempatan itu, pihak Kejari Medan juga menyampaikan apresiasi kepada Polrestabes Medan yang telah merampungkan berkas perkara dalam waktu yang tidak lama.

"Dalam waktu yang singkat, berkas yang kami koordinasikan langsung P21 (lengkap). Ini sangat luar biasa," ujar Dwi.

Hakim Jamaluddin tewas dengan cara dibekap dengan kain saat tidur. Pelakunya adalah Jefri Pratama dan Reza Fahlevi dibantu Zuraida Hanum. Sebelumnya, mereka merancang pembunuhan itu seolah-olah korban sakit. Namun, karena ada pembekapan meninggalkan bekas pada tubuh Jamaluddin, mereka mengubah rencana. 

Mereka sepakat untuk membuang jenazah korban di kawasan Berastagi. Mereka kemudian memakaikan seragam olah raga Pengadilan Negeri Medan kepada Jamaluddin. Korban kemudian diangkat ke dalam mobil Prado BK 77 HD dan diletakkan dalam posisi terbaring pada deretan bangku kedua.

Sebelum akhirnya membuang hakim itu, Zuraida sempat tidur dengan jenazah suaminya selama tiga jam.






Mohammed bin Salman Tak Bisa Dituntut untuk Kasus Jamal Khashoggi

2 hari lalu

Mohammed bin Salman Tak Bisa Dituntut untuk Kasus Jamal Khashoggi

Mohammed bin Salman punya kekebalan hukum setelah diangkat menjadi perdana menteri Kerajaan Arab Saudi.


Dituduh Salahgunakan Jabatan, Menteri Kehakiman Prancis Disidang

3 hari lalu

Dituduh Salahgunakan Jabatan, Menteri Kehakiman Prancis Disidang

Menteri Kehakiman Prancis Eric Dupond-Moretti akan disidang atas tuduhan menyalahgunakan wewenang dengan menyidik rivalnya


DPR Papua Barat Dukung TNI - Polri Tumpas KKB Penghambat Pembangunan

3 hari lalu

DPR Papua Barat Dukung TNI - Polri Tumpas KKB Penghambat Pembangunan

Orgenes mengatakan kebiadaban KKB di wilayah itu sangat mengganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat sipil pada umumnya.


Putri Candrawathi Ditahan, Kak Seto Minta Negara Melindungi Anaknya

5 hari lalu

Putri Candrawathi Ditahan, Kak Seto Minta Negara Melindungi Anaknya

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi akhirnya ditahan karena pembunuhan Brigadir J. Kak Seto minta negara melindungi anak Putri dan Sambo.


Tak Sembarang Perkara Pidana Bisa Menggunakan Restorative Justice

5 hari lalu

Tak Sembarang Perkara Pidana Bisa Menggunakan Restorative Justice

Walau tergolong produk hukum yang baru di Indonesia, restorative justice telah diterapkan dalam beberapa perkara pidana


Polisi Dalami Video Pembunuhan 4 Pekerja Jalan di Papua Barat

6 hari lalu

Polisi Dalami Video Pembunuhan 4 Pekerja Jalan di Papua Barat

Pembunuhan terhadap pekerja jalan transpenghubung Kabupaten Bintuni dan Maybrat itu terjadi pada Kamis kemarin.


Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

7 hari lalu

Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

Bharada E disebut dalam keadaan sehat dan didampingi psikolog serta rohaniwan. Bersiap hadapi sidang kasus pembunuhan Brigadir J.


Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

12 hari lalu

Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

Gudang yang menjadi lokasi perencanaan pembunuhan dan mutilasi 4 warga Papua diduga juga berfungsi sebagai lokasi penimbunan BBM jenis Solar.


Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

16 hari lalu

Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

Tim Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Tim juga mewawancarai para pelaku baik dari sipil maupun TNI.


Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

16 hari lalu

Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

Komnas HAM meminta para pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk pemecatan dari keanggotaan TNI.