Kasus 05 WNI Virus Corona Diduga dari Kluster Warga Jepang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota tim medis yang mengenakan masker wajah menyemprotkan cairan desinfektan untuk membersihkan halte bus di tengah penyebaran wabah virus Corona, di Teheran, Iran 5 Maret 2020. [WANA (Kantor Berita Asia Barat) / Nazanin Tabatabaee via REUTERS]

    Seorang anggota tim medis yang mengenakan masker wajah menyemprotkan cairan desinfektan untuk membersihkan halte bus di tengah penyebaran wabah virus Corona, di Teheran, Iran 5 Maret 2020. [WANA (Kantor Berita Asia Barat) / Nazanin Tabatabaee via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanggulangan virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan dua WNI kembali dinyatakan positif terkena Virus Corona. Hal ini membuat total jumlah WNI yang positif terinfeksi menjadi 6 orang.

    Yurianto mengatakan 2 kasus terakhir yang dinyatakan positif sudah tak menunjukkan gejala sakit. "Kondisi keduanya stabil, tak membutuhkan oksigen, tak diinfus, sadar penuh, tak demam, tak batuk, dan tak pilek. Jadi kondisinya dalam keadaan baik," kata Yurianto di Kantor Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Ahad, 8 Maret 2020.

    Kasus 05, merupakan pria berusia 55 tahun. Ia merupakan hasil pemeriksaan lanjutan dari pelacakan klaster Jakarta yang telah menulari kasus 1 sampai 4. Kasus 05 dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. 

    Kasus 1 sampai 4, berawal dari WN Jepang yang diduga menulari kasus 01, warga Depok. Penularan ini diduga terjadi ketika warga Jepang itu bertemu dengan pasien 01 ketika berdansa.  

    Adapun kasus 06 adalah WNI kru ABK Kapal Pesiar Diamond Princess, yang sempat berlabuh di Jepang. Dia merupakan pria berumur 36 tahun. Ia sempat dievakuasi ke Pulau Sebaru Kecil. Namun, ia kini dirawat di RS Persahabatan. "Ini adalah imported case yang dia dapatkan dari Jepang, pada saat dia bekerja sebagai ABK kapal Diamond Princess," kata Yurianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.