Teror KKB, 900 Warga dari 4 Kampung Telah Mengungsi ke Timika

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengungsi dengan penjagaan aparat keamanan di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa, 1 Oktober 2019. Masyarakat Ilaga, Kabupaten Puncak mulai mengungsi pascateror penembakan dan pembakaran oleh kelompok sipil bersenjata. ANTARA/Sevianto Pakiding

    Warga mengungsi dengan penjagaan aparat keamanan di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa, 1 Oktober 2019. Masyarakat Ilaga, Kabupaten Puncak mulai mengungsi pascateror penembakan dan pembakaran oleh kelompok sipil bersenjata. ANTARA/Sevianto Pakiding

    TEMPO.CO, Jakarta -  Teror yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata atau KKB di Pegunungan Timika, Papua telah membuat warga di empat kampung di kawasan Distrik Tembagapura mengungsi ke Timika.

    Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan jumlah warga yang mengungsi sudah mencapai 900 orang yang berasal dari empat kampung, yaitu Utikini, Longsoran, Kimberly dan Banti. Warga yang mengungsi sebagian besar adalah wanita dan anak-anak yang takut sehingga minta tolong untuk dievakuasi ke Timika.
     
    "Aparat keamanan TNI-Polri hanya membantu memasilitasi permintaan tersebut dan mendapat bantuan kendaraan dari PT. Freeport untuk mengangkut warga," kata Paulus, Sabtu, 7 Maret 2020.
     
    Selain mengungsi ke Timika, kata Paulus, ada warga yang lebih memilih mengungsi ke polsek dan koramil di Tembagapura.

    Berdasarkan keterangan warga, kelompok bersenjata menempati kampung mereka dan mengganggu masyarakat. Bahkan, KKB juga meminta makanan dengan paksaan dan tak segan menodongkan senjata ke arah warga.
     
    Paulus pun mengatakan saat ini masih terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dengan KKB. Kontak tembak masih terjadi sehingga anggota diminta waspada. "Jangan lengah", ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.