Soal Virus Corona, Imigrasi Tolak 118 WNA Masuk Indonesia

Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu, 22 Januari 2020. Sejumlah bandara di Indonesia memasang alat pemindai suhu tubuh sebagai upaya pengawasan dan antisipasi penyebaran Virus Corona yang mewabah dari Wuhan, Cina. Antara Foto/Fikri Yusuf/ via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM telah menolak 118 warga negara asing yang ingin masuk ke Indonesia. Mereka ditolak karena pernah lama di Cina, yang merupakan pusat episentrum terbesar Virus Corona atau COVID-19.

"Dari 118 itu, saya sampaikan alasan penolakan di antaranya adalah ada yang sudah 14 hari pernah berada di episentrum di Tiongkok," kata Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Cucu Koswala, saat ditemui di Kantor Staf Kepresidenan, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Maret 2020.

Selain itu, alasan lain mereka ditolak adalah karena ada yang terdeteksi bahwa suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius. Ada pula di antara mereka yang menolak dilakukan thermal scan. Jika melakukan hal itu, Ade mengatakan para WNA itu tak akan diizinkan masuk.

Penolakan ini dilakukan sejak 6 Februari 2020 lalu, atau sehari setelah pemerintah menetapkan larangan kunjungan bagi warga negara asing yang telah menetap setidaknya 14 hari di daratan Cina. Para WNA ini langsung dipulangkan ke negara mereka berangkat.

"Aturan yang berlaku secara internasional, langsung. Maskapai yang mengangkut, ketika penumpangnya ditolak harus mengangkut kembali penumpangnya. Ketentuannya seperti itu," ujar Cucu.

Adapun WNA yang ditolak tak hanya berasal dari Cina. Mereka juga berasal dari negara asia lain seperti Malaysia dan Thailand, negara Eropa seperti Rusia, Armenia, hingga Spanyol, bahkan negara dari Amerika Selatan seperti Brasil dan Peru. Cucu mengatakan hampir semua WNA yang ditolak, menggunakan jalur udara dan ditolak di bandara. Hanya satu yang ditolak lewat jalur laut di Pelabuhan Batam.






Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

4 hari lalu

Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

Kalangan pelaku usaha jasa pengurusan izin tinggal sementara (ITAS) Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi Warga Negera Asing mengapresiasi langkah Direktorat Jenderal Imigrasi memangkas lebih pendek jalur birokrasi


Tentang Cekal, Dua Tindakan yang Tidak Dapat Dilakukan Bersamaan terhadap Satu Orang

6 hari lalu

Tentang Cekal, Dua Tindakan yang Tidak Dapat Dilakukan Bersamaan terhadap Satu Orang

Cekal, cegah tangkal merujuk pada istilah dalam bahasa Belanda, yakni blokkering yang berarti penutupan dan signalering yang berarti mengamati.


Imigrasi Kupang Periksa Dokumen Penumpang Kapal Pesiar Asal Perancis

7 hari lalu

Imigrasi Kupang Periksa Dokumen Penumpang Kapal Pesiar Asal Perancis

Kapal pesiar berbendera Prancis itu sedang menuju Pink Beach, Labuan Bajo, Manggarai Barat.


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

7 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


Petugas Damkar DKI Selamatkan Pria WNA yang Hendak Bunuh Diri dengan Cara Lompat dari Lantai 8 Apartemen

14 hari lalu

Petugas Damkar DKI Selamatkan Pria WNA yang Hendak Bunuh Diri dengan Cara Lompat dari Lantai 8 Apartemen

Petugas Damkar DKI mengagalkan upaya bunuh diri seorang pria WNA dengan cara melompat dari lantai 8 apartemen.


Mengapa Orang Bisa Kena Cekal atau Pencegahan ke Luar Negeri?

15 hari lalu

Mengapa Orang Bisa Kena Cekal atau Pencegahan ke Luar Negeri?

Cekal atau pencegahan dalam keimigrasian larangan bersifat sementara terhadap orang tertentu keluar negeri, karena alasan tertentu


Rekening Gubernur Papua Lukas Enembe Diblokir PPATK, Punya Dana Tunai Rp 61 Miliar

16 hari lalu

Rekening Gubernur Papua Lukas Enembe Diblokir PPATK, Punya Dana Tunai Rp 61 Miliar

PPATK memblokir rekening Gubernur Papua Lukas Enembe. Uang sebesar Rp 61 miliar disebut berasal dari Dana Otsus Papua dan setoran sejumlah bupati.


Pengacara Lukas Enembe Sebut Kliennya Kantongi Izin ke Luar Negeri Untuk Berobat

16 hari lalu

Pengacara Lukas Enembe Sebut Kliennya Kantongi Izin ke Luar Negeri Untuk Berobat

Lukas Enembe disebut mengantongi izin berobat ke luar negeri sebelum keluarnya permohnan cekal dari KPK.


Ini Kasus yang Menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe

16 hari lalu

Ini Kasus yang Menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe

Lukas Enembe disebut menerima setoran dana otonomi khusus dan dari sejumlah bupati di wilayahnya.


Ditjen Imigrasi Cegah Gubernur Papua Lukas Enembe ke Luar Negeri

16 hari lalu

Ditjen Imigrasi Cegah Gubernur Papua Lukas Enembe ke Luar Negeri

KPK mengajukan pencegahan ke luar negeri atas Gubernur Papua Lukas Enembe. Enembe dicegah hingga 7 Maret 2023.