Pemerintah Rilis Protokol Kesehatan Tanggulangi Virus Corona

Petugas memberikan cairan hand sanitizer kepada penumpang saat sosialisasi pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Stasiun Depok, Kota Depo, Jawa Barat, Jumat, 6 Maret 2020. PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Corona atau Covid-19 dengan menghadirkan Rail Clinic atau kereta kesehatan serta memberikan pengecekan kesehatan gratis, membagikan masker, pamflet, menyediakan hand sanitizer, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan edukasi seputar virus corona. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menetapkan protokol kesehatan untuk menanggulangi penyebaran virus corona atau Covid-19. Dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, protokol yang dibuat bersama sejumlah kementerian ini ditujukan untuk tuntunan dan ketenangan bagi masyarakat.

Untuk standar protokol kesehatan, pemerintah menetapkan suhu tubuh maksimal adalah 38 derajat Celsius. Jika ada masyarakat yang mengalami demam, batuk pilek dengan suhu tubuh di atas 38 derajat, maka dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Saat mendatangi fasilitas kesehatan jangan lupa memakai masker. Kalau kondisi sudah 38 derajat tadi," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi, saat konferensi pers, Jumat, 6 Maret 2020.

Oscar mengatakan penularan Virus Corona terjadi melalui droplet atau percikan, bukan airborne yang berterbangan di udara. Meski begitu, masker tetap dianjurkan dipakai. Selain itu, Oscar juga mengatakan protokol juga menganjurkan agar yang bersangkutan tidak menggunakan moda angkutan umum pada saat mengakses layanan kesehatan tadi.

Bagi pelayanan kesehatan, Oscar mengatakan Kemenkes telah menyebar edaran terkait protokol langkah yang perlu dilaksanakan jika muncul kasus COVID-19. Jika memenuhi kriteria suspect, pasien yang berada di puskesmas akan dirujuk ke salah satu rumah sakit. Akan disiapkan rumah sakit rujukan. "Jika tidak memenuhi suspect COVID-19 ini, maka boleh dirawat inap atau rawat jalan tergantung diagnosis dan keputusan dokter," kata Oscar.

Pasien akan diantar ke rumah sakit rujukan. Bila sudah di sana, pasien akan melakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan lab terhadap pasien di ruangan isolasi juga. Spesimen akan dikirim ke Balitbangkes. Bahkan bila berada di daerah, spesimen harus dikirim ke Balitbangkes juga.

"Kami punya beberapa balai penelitian yang memang jejaring daripada Balitbangkes di 6 daerah. Nah daerah ini representasi beberapa wilayah kepulauan," kata Oscar.

Hasil dari Balitbangkes ini harus dikirim lagi ke Jakarta sebagai lab konfirmasi. Jika positif, maka pasien baru dinyatakan sebagai penderita COVID-19. Sampel pasien akan diambil setiap hari.

Jika dalam ruang isolasi dan dilakukan pemeriksaan dua kali berturut-turut hasilnya negatif, Oscar mengatakan artinya pasien sudah sembuh dari Corona dan bisa dikeluarkan dari ruang isolasi.






DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

4 jam lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Pemerintah Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Korban Tragedi Kanjuruhan Gratis

6 jam lalu

Pemerintah Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Korban Tragedi Kanjuruhan Gratis

Pemerintah melaporkan data sementara korban tragedi Kanjuruhan Malang. Sampai saat ini ada 129 orang meninggal dan 188 luka.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

7 jam lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Memahami Diet Seimbang Secara Benar

15 jam lalu

Memahami Diet Seimbang Secara Benar

Pernah mendengar istilah diet seimbang? Mengapa diet seimbang itu perlu?


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

2 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

2 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

2 hari lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

3 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

3 hari lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

3 hari lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.