Jokowi Sebut Negosiasi Pemulangan WNI di Jepang Tak Mudah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberikan pengarahan seusai menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat, 21 Februari 2020. Presiden menyerahkan 41 SK Perhutanan Sosial untuk 20.890 kepala keluarga di Provinsi Riau. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberikan pengarahan seusai menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat, 21 Februari 2020. Presiden menyerahkan 41 SK Perhutanan Sosial untuk 20.890 kepala keluarga di Provinsi Riau. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa negosiasi dengan pemerintah Jepang untuk pemulangan 69 warga negara Indonesia (WNI) yang masih terjebak di kapal pesiar Diamond Princess, masih berlangsung. Jokowi mengakui negosiasi yang berlangsung tidak mudah.

    "Tidak segampang itu diplomasi negoisasi. Tapi kita akan berusaha secepat cepatnya untuk negoisasi ini," kata Jokowi saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Februari 2020.

    Meski begitu, Jokowi enggan menjelaskan lebih detail terkait hambatan dalam negosiasi tersebut. Ia menyerahkan hal itu pada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

    Jokowi pun meminta agar semua pihak bersabar. Saat ini, kata dia, pemerintah masih merampungkan satu per satu evakuasi.

    Pemerintah kini mendahulukan evakuasi terhadap 188 WNI di Kapal World Dream. Mereka rencananya akan dibawa ke Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu untuk menjalani observasi.

    "Yang ini (WNI di World Dream) saja belum sampai di Pulau Sebaru. Nanti kalau udah sampai, ditata, kita menyiapkan yang ini (WNI di Diamond Princess) lagi," kata Jokowi.

    Hingga saat ini, WNI yang terjebak di Kapal Pesiar Diamond Princess masih menunggu kepastian kepulangan mereka. Di atas kapal yang berlabuh di Yokohama, Jepang itu, 78 WNI yang menjadi kru kapal satu per satu terpapar Virus Corona atau COVID-19. Kabar terakhir, dikabarkan ada 9 WNI yang terpapar dan harus dirawat di Rumah Sakit Jepang. Mereka dipastikan tak bisa dievakuasi dalam kondisi sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.