Cerita WNI ABK Diamond Princess: Suasana Sangat Mencekam

Sejumlah penumpang negatif virus corona menggunakan masker saat meninggalkan kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, Jepang, 21 Februari 2020. Ratusan penumpang dari berbagai negara diturunkan dari kapal pesiar REUTERS/Athit Perawongmetha

TEMPO.CO, Jakarta - WNI kru kapal pesiar Diamond Princess khawatir tertular virus Corona (Covid-19) jika tak segera dievakuasi kembali ke Indonesia.

Salah satu dari mereka, Dimas Wahyu Pratama, mengatakan situasi di kapal yang sedang sandar di Yokohama, Jepang, itu semakin mencekam dan mengkhawatirkan.

"Sangat mencekam karena tiap hari semakin tambah dan crew dari negara lain udah pulang duluan," kata Dimas kepada Tempo, Senin malam, 25 Februari 2020.

Menurut Dimas, selain WNI sebagian besar kru tersisa dari India, Italia, dan Afrika Selatan. Sebelumnya, ada 78 WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) Diamond Princess Cruise dan sembilan di antaranya dinyatakan positif virus Corona lalu dirawat di Yokohama.

Jika menjadi yang terakhir tinggal, mereka juga harus mengurus kapal. "Saat ini juga masih kerja sedikit-sedikit," kata Dimas.

Dimas menjelaskan bahwa pemeriksaan di kapal sebenarnya bagus. Dia mengaku terakhir diperiksa empat hari lalu.

Setiap kamar dipasangi pengukur suhu tubuh. Apabila temperatur badan melebihi batas, mereka diharuskan melapor ke kapten kapal agar lekas ditangani.

Kebutuhan logistik di Diamond Princess pun tercukupi.

"Dari Jepang dan perusahaan selalu memenuhi bahkan lebih buat crew-nya. Company juga tidak mau crew-nya sakit," ujar pria 23 tahun ini.

Meski begitu para awak tetap khawatir ancaman tertular Virus Corona jika semakin lama berada di kapal. Mereka tak ingin menjadi korban selanjutnya.

Itu sebabnya Dimas dan WNI yang lain berharap Pemerintah Indonesia segera menjemput mereka dengan pesawat. Mereka menyatakan tak masalah jika nanti dikarantina di Indonesia yang udaranya segar.

"Karena di sini tempatnya sempit, semua udara jadi satu. Udara pun dingin."

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menyatakan pemerintah tak ingin terburu-buru mengevakuasi WNI dari kapal Diamond Princess. Ia beralasan pemerintah masih bernegosiasi dengan Jepang soal skema pemulangan.

Terawan mengakui Pemerintah Jepang menyarankan evakuasi dilakukan dengan pesawat. Namun, Terawan mempertimbangkan penjemputan menggunakan kapal laut.






Muhadjir: Tak Ada WNI Jadi Korban Banjir Pakistan, Termasuk Ribuan Pelajar

5 hari lalu

Muhadjir: Tak Ada WNI Jadi Korban Banjir Pakistan, Termasuk Ribuan Pelajar

Menko PMK Muhadjir Effendy yang ditugaskan Jokowi ke Pakistan mengatakan, tidak ada WNI yang menjadi korban banjir di negara itu.


ART Asal Indonesia Jadi Buron di Malaysia, Diduga Curi Perhiasan Rp227 Juta

20 hari lalu

ART Asal Indonesia Jadi Buron di Malaysia, Diduga Curi Perhiasan Rp227 Juta

Seorang asisten rumah tangga asal Indonesia dicari polisi Malaysia karena kabur setelah diduga mencuri perhiasan senilai Rp227 Juta


Beredar Kabar Pemutihan Pekerja Haram di Malaysia, Ini Kata KJRI Johor Bahru

28 hari lalu

Beredar Kabar Pemutihan Pekerja Haram di Malaysia, Ini Kata KJRI Johor Bahru

Sebuah kabar hoaks tentang Imigrasi Malaysia mengeluarkan izin kerja sementara bagi pendatang haram beredar di antara warga Indonesia di Johor Bahru.


Diduga Aniaya ART Indonesia, Wanita Malaysia DItahan

29 hari lalu

Diduga Aniaya ART Indonesia, Wanita Malaysia DItahan

Seorang wanita ditahan karena diduga menganiaya seorang asisten rumah tanggal asal Indonesia di Batu Caves, Kuala Lumpur, Malaysia.


Seorang WNI di Jepang Bunuh Diri setelah Empat Bulan Bekerja

30 hari lalu

Seorang WNI di Jepang Bunuh Diri setelah Empat Bulan Bekerja

WNI yang bunuh diri adalah pria berusia 22 tahun asal Jawa Tengah dan tinggal di Prefektur Saitama, Jepang


Irak Tegang akibat Konflik Politik, WNI Diminta Waspada

33 hari lalu

Irak Tegang akibat Konflik Politik, WNI Diminta Waspada

KBRI Baghdad mengimbau WNI untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi keamanan di Irak yang tidak kondusif.


Syarat-syarat WNA Mengajukan Izin Tinggal Tetap di Indonesia

34 hari lalu

Syarat-syarat WNA Mengajukan Izin Tinggal Tetap di Indonesia

WNA tak bisa menetap secara bebas di Indonesia dan harus melalui proses serta peraturan yang berlaku. Begini mengurus Izin Tinggal Tetap (ITAP).


Top 3 Dunia: WNI Diperkosa di Malaysia, dan Ukraina Lancarkan Serangan Balasan

34 hari lalu

Top 3 Dunia: WNI Diperkosa di Malaysia, dan Ukraina Lancarkan Serangan Balasan

Berita Top 3 Dunia tentang kasus WNI korban perkosaan di Malaysia, Ukraina serang balik Rusia di selatan, dan WNI di Pakistan tak terdampak banjir


Kemlu Masih Tunggu Penjelasan Papua Nugini soal Penembakan Nelayan Indonesia

34 hari lalu

Kemlu Masih Tunggu Penjelasan Papua Nugini soal Penembakan Nelayan Indonesia

Kementerian Luar Negeri RI masih menunggu penjelasan dari Papua Nugini mengenai insiden penembakan seorang nelayan Indonesia yang diduga dilakukan oleh tentara negara tersebut.


Kasus WNI Korban Perkosaan Petugas Imigrasi Gadungan Sudah Ditangani Polisi

35 hari lalu

Kasus WNI Korban Perkosaan Petugas Imigrasi Gadungan Sudah Ditangani Polisi

Kementerian Luar Negeri memastikan kasus WNI korban perkosaan petugas imigrasi gadungan di Malaysia sudah ditangani oleh KBRI Kuala Lumpur.