Virus Corona dan Fakta tentang WNI Awak Kapal Diamond Princess

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penumpang negtif virus corona berbicara pada petugas saat meninggalkan kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, Jepang, 21 Februari 2020. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Seorang penumpang negtif virus corona berbicara pada petugas saat meninggalkan kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, Jepang, 21 Februari 2020. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Jakarta

    Hingga saat ini, nasib 74 warga negara Indonesia (WNI) di kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Pelabuhan Yokohama, Jepang, masih belum jelas. Para WNI yang menjadi kru di kapal pesiar mewah itu harus menunggu lebih panjang di atas lokasi yang disebut WHO sebagai episentrum terbesar kedua Virus Corona atau COVID-19, setelah Wuhan, Cina.

    Dari data yang dihimpun Kantor Staf Kepresidenan, tercatat ada 691 orang di kapal itu yang telah terkonfirmasi terpapar virus itu. Tiga orang tewas. Di antara 691 orang itu, empat WNI menjadi awak. Meski awalnya tak terpapar, namun pada masa karantina, mereka dinyatakan positif terjangkit dan harus dibawa turun dari kapal ke rumah sakit di daratan Jepang.

    Berikut beberapa fakta tentang WNI awak Kapal Pesiar Diamond Princess:

    1. Berangkat dari Yokohama, singgah di tiga negara Asia lain
    Kapal mewah yang dikelola Carnival Corporation ini berangkat 20 Januari silam, sebelum virus Corona menjadi ancaman serius. Kapal berbendera Inggris ini berangkat dari Yokohama, Jepang, dan dijadwalkan melakukan 16 hari perjalanan ke Hong Kong, Vietnam, dan Taiwan, sebelum kembali ke Jepang.

    Pada 25 Januari, kapal menurunkan salah satu penumpangnya di Hong Kong, sebelum kembali ke Jepang. Belakangan diketahui penumpang berusia 80 tahun itu terpapar Corona dan telah menyebarkan virus itu di atas kapal.

    2. Awak dan Penumpang Dikarantina di Dalam Kapal
    Berangkat dari Jepang, kapal mengangkut 2.666 penumpang dan 1.045 kru kapal. Virus Corona menyerang banyak penumpang dan awak.

    Terkonfirmasi adanya virus, kapal tiba sehari lebih cepat di Pelabuhan Yokohama, pada 4 Februari. Pemerintah Jepang memutuskan mengkarantina seluruh orang di atas kapal selama 14 hari, sesuai masa inkubasi penyakit.


     

     

    Lihat Juga