Sekjen PSI: Anies Gubernur Inkompten, Hanya Retorika Tanpa Kerja

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menghadiri rapat paripurna pengesahan tata tertib DPRD di DPRD DKI, Jakarta Pusat, 19 Februari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menghadiri rapat paripurna pengesahan tata tertib DPRD di DPRD DKI, Jakarta Pusat, 19 Februari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    "Apakah kata-kata dapat membebaskan Jakarta dari banjir? Pak Anies sebagai seorang Gubernur yang inkompeten, hanya menggunakan retorika tapi tanpa kerja," ujar Raja Juli, Ahad, 23 Februari 2020.

    Ia mengatakan PSI bakal menghadang Anies Baswedan maju di pemilihan presiden atau Pilpres 2024. Menurut survei versi Indo Barometer, selain Prabowo Subianto, Anies Baswedan adalah salah satu calon presiden terkuat untuk Pilpres 2024.

    Ia menjelaskan alasan PSI ingin menghadang Anies karena tidak ingin sosok yang membawa isu primordial dan retorika keagamaan yang bisa membelah masyarakat, menjadi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang.

    "Anies kini menjadi simbol populisme. Saya ingin mengajak kepada teman-teman partai maupun masyarakat yang masih pro terhadap nasionalisme, saya kira harus ada barisan nasional yang secara serius menghadang figur yang terfokus pada isu populisme ini," ujar Raja Juli.

    Tokoh-tokoh nasionalis, kata Raja Juli, perlu didorong muncul. "Misalnya, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Ibu Risma, Pak Nurdin Abdullah dan tokoh-tokoh lain yang bisa menjadi pengganti Pak Jokowi," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.