Karantina Selesai, Pemerintah Kini Awasi WNI di Kapal Pesiar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis bersiap mengisolasi pasien saat simulasi penanganan pasien diduga terjangkit virus corona di Ruang Isolasi RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu, 12 Februari 2020. Meskipun hingga saat ini belum ada yang terkena virus corona di Indonesia, pihak rumah sakit di Bali terus melatih kesiapsiagaan petugas medis. Johannes P. Christo

    Petugas medis bersiap mengisolasi pasien saat simulasi penanganan pasien diduga terjangkit virus corona di Ruang Isolasi RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu, 12 Februari 2020. Meskipun hingga saat ini belum ada yang terkena virus corona di Indonesia, pihak rumah sakit di Bali terus melatih kesiapsiagaan petugas medis. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah bakal terus mewaspadai virus Corona atau COVID-19 selepas memulangkan WNI dari Cina yang usai dikarantina di Natuna.

    Menurut Muhadjir, pemerintah Indonesia masih memiliki agenda yang panjang dalam memerangi pandemi virus Corona dan terus memantau perkembangan yang ada.

    Saat ini, kata Muhadjir, pemerintah terus mengawasi WNI di luar negeri yang masih terancam terpapar virus Corona seperti WNI yang menjadi awak kapal pesiar Westerdam dan Diamond Princess. “Bila terjadi keadaan terburuk, kita harus tangani seperti WNI dari Hubei, tetapi kita juga menghormati kewenangan negara dan protokol WHO yang telah ditetapkan. Saya kira kita juga akan siap untuk menghadapi itu,” kata dia, Senin, 17 Februaru 2020.

    Selain memantau perkembangan WNI di luar negeri, Muhadjir menyebut keamanan dalam negeri diutamakan pemerintah.

    Pemerintah, kata Muhadjir, akan memperketat kewaspadaan di pintu-pintu masuk ke Indonesia dari berbagai jalur, yaitu darat laut dan udara. Hal itu dibarengi juga dengan memaksimalkan peralatan yang diperlukan dalam pemeriksaan.

    Selain itu, pemerintah akan memperketat pemeriksaan riwayat perjalanan dan kesehatan dari warga negara asing (WNA) yang akan masuk ke Indonesia. “Misalnya mereka harus orang yang selama 14 hari terakhir tidak pernah berada di daratan pusat terjadinya penyakit ini, yaitu di daratan Cina. Jadi itu akan diperketat betul,” kata Muhadjir.

    Pemerintah pun telah bekerja sama secara internasional dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Atalanta dalam penyediaan reagen primer untuk mendeteksi COVID-19.

    Mengenai kesiapan fasilitas kesehatan untuk mengatasi virus tersebut, data dari Kementerian Kesehatan menyebut beberapa rumah sakit sudah siap menampung pasien apabila kasus COVID-19 muncul di Indonesia. Pemerintah menyiapkan 26 rumah sakit pemerintah dan 25 rumah sakit swasta dan BUMN yang memiliki fasilitas ruang isolasi negatif.

    Di luar kewaspadaan itu, Muhadjir meminta semua pihak menjaga suasana agar tidak timbul kepanikan. "Pemerintah sudah sangat tepat menyikapi ini. Saya kira langkah-langkah kita sudah patut diapresiasi. Insya Allah kita sambil berdoa mudah-mudahan wabah ini berakhir dan Indonesia terlindungi dari wabah virus Corona ini,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.