Wakapolri Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Universitas Andalas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Eddy Pramono memberikan keterangan pers terkait Satgas Antimafia Bola di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020. Satgas Antimafia Bola Jilid III diaktifkan kembali guna mengawasi kompetisi Liga 1, Liga 2, Liga 3 Indonesia dan kembali menyelesaikan kasus pengaturan skor yang terjadi pada tahap I dan II, selain itu agar isu manipulasi skor tidak lagi ada saat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Eddy Pramono memberikan keterangan pers terkait Satgas Antimafia Bola di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020. Satgas Antimafia Bola Jilid III diaktifkan kembali guna mengawasi kompetisi Liga 1, Liga 2, Liga 3 Indonesia dan kembali menyelesaikan kasus pengaturan skor yang terjadi pada tahap I dan II, selain itu agar isu manipulasi skor tidak lagi ada saat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Padang - Wakil Kepala Polri atau Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono memberi kuliah umum di depan ratusan mahasiswa Universitas Andalas, Padang Sumatera Barat, hari ini, Jumat, 14 Februari 2020.

    Kuliah umum yang mengusung tema : Persatuan Indonesia untuk Indonesia Maju akan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Andalas Profesor Yuliandri SH. MH digelar di Convention Hall, Universitas Andalas, Padang. Rencananya lulusan Akademi Kepolisian Angkatan 88 ini akan menyampaikan materi selama 1,5 jam.

    Menurut Gatot Eddy, pemberian pengayaan tentang kebangsaan, dan nilai-nilai persatuan kepada mahasiswa menjadi salah satu agenda utama institusi Polri dalam melakukan sosialisasi tentang kebangsaan pendidikan kepada generasi muda. Menurut dia, pejabat Polri akan  didorong hadir di kampus-kampus dalam bentuk kuliah umum. “Menyampaikan nilai-nilai tentang kebangsaan dan persatuan lewat kuliah umum kami nilai penting dan akan terus dilakukan,” ujarnya, Jumat, 14 Februari 2020.

    Gatot mengatakan melalui kuliah umum, yang  diikuti dengan diskusi secara terbuka bisa menjadi cara efektif menularkan semangat berdiskusi secara terbuka. Kampus yang menjadi tempat melahirkan para intelektual perlu ditanamkan cara berdialog secara elegan dengan basis teori-teori akademis. “Saya menikmati berdialog dengan para adik-adik mahasiswa,” katanya.

    Kuliah umum sudah beberapa kali dilakukan Wakapolri di sejumlah kampus di  Indonesia. Pekan lalu, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono memberi materi dengan tema kebangsaan di depan ribuan mahasiswa dalam acara Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah ke XXVIII di Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

    Dalam kesempatan itu, dia memberikan apresiasi generasi muda Muhammadiyah yang telah melaksanakan musyawarah, merumuskan permasalahan dengan aman, dan damai ketika menghadapi sebuah persoalan. “Hal ini harus dicontohi dalam kehidupan bangsa kita, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan dengan beradab,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.