Pemerintah Dinilai Tak Proaktif Bantu Migran Korban Kriminal

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia untuk SDGs di warung Tjikini, Jalan Cikini Raya, Jakarta, 22 Desember 2015. Dari kiri, Abetnego Tarigan (Direktur Eksekutif Walhi), Wahyu Susilo (pengamat kebijakan dari Migrant Care), Y. Hesthi Murthi (AJI Indonesia), Sugeng Bahagijo (Direktur Eksekutif Infid), dan Mickael Bobby Hoelman (Senior Advisor Infid). TEMPO/Rezki Alvionitasari.

    Konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia untuk SDGs di warung Tjikini, Jalan Cikini Raya, Jakarta, 22 Desember 2015. Dari kiri, Abetnego Tarigan (Direktur Eksekutif Walhi), Wahyu Susilo (pengamat kebijakan dari Migrant Care), Y. Hesthi Murthi (AJI Indonesia), Sugeng Bahagijo (Direktur Eksekutif Infid), dan Mickael Bobby Hoelman (Senior Advisor Infid). TEMPO/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Migrant Care menyatakan kecewa terhadap Pemerintah Indonesia yang dinilai tidak berperan aktif mengembalikan migran korban kasus-kasus tindak kriminal ke Tanah Air.

    “Peran reintegrasi ini kemudian harus diisi oleh LSM dan masyarakat sipil secara umum,” Kepala Pusat Studi dan Kajian Migrasi Migrant CARE, Anis Hidayah melalui keterangan tertulis, Selasa, 28 Januari 2020.

    Anis menuturkan pekerja migran Indonesia akan terus menjadi korban kasus irregular migrant worker atau pekerja migran illegal. Itu akibat ketidakjelasan instrumen hukum untuk menindaklanjuti moratorium dengan Timur Tengah.

    “Diskusi ini muncul sebagai tamparan atas putusan negara terhadap moratorium dengan Timur Tengah."

    Adapun Wakil Ketua Komnas Perempuan Periode 2015-2019 Yuniyanti Chuzaifah menyampaikan kekhawatirannya manakala negara dilewati perannya untuk memastikan keselamatan dan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia.

    “Proyeksi ini mungkin terjadi bila migrasi turisme terus meningkat,” ujar Yuni.

    Menurut dia, komitmen negara untuk melakukan pendekatan kultural terhadap purna migran untuk membangun daerahnya perlu ditingkatkan.

    Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo mendorong pemerintah berkomitmen menghapus sentimen terhadap pekerja migran.

    Kritik Migrant Care tertuang dalam laporan Migrant CARE Outlook 2020. Laporan tersebut diharapkan menjadi basis data untuk mengurai permasalahan terkait pekerja migran Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.