Drainase Tidak Memadai, Pekalongan, Jawa Tengah Banjir

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Ilustrasi banjir. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Pekalongan - Hujan deras disertai angin dan petir yang terus mengguyur Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin, 20 Januari 2020 sejak sekitar pukul 19.00 hingga 21.30 waktu setempat, menyebabkan beberapa wilayah kelurahan di daerah itu dilanda banjir.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Saminta mengatakan saat ini, pihaknya meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan monitoring, pemantauan, pendataan, dan persiapan evakuasi. "Pasien yang ruangannya tergenang air juga kita evakuasi ke ruangan yang lebih aman," ujar dia, Senin malam, 20 Januari 2020.

    Beberapa wilayah yang kebanjiran itu antara lain Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton, halaman parkir Stasiun KA, Stadion Hoegeng, Jalan Gajah Mada, Jalan KH. Mansyur, Jalan Hanyam Wuruk, Jalan WR. Supratman, Jalan Surabaya, Jalan Jlamprang, Kuripan Kidul, dan Poncol, dengan ketinggian air 10 sentimeter hingga 50 sentimeter.

    Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Karya Bakti, Jalan Merak, Jalan Sapuro, Jalan Jetayu, Jalan WR. Supratman, Jalan Raya Kertoharjo, Jalan Sapuro, dan Jalan Veteran, serta Jalan Progo (berdekatan RSU Budi Rahayu) juga tidak luput dari banjir. Akibat banjir itu, sebagian pasien RSUD yang tergenang ruangan inapnya terpaksa harus dipindahkan ke ruang yang lebih aman.
     
    Keluarga pasien Apriliani, 35 tahun, mengatakan banjir menimbulkan kekhawatiran pasien RSUD Kraton karena air masuk ke ruangan inap. "Kami berharap hujan segera reda agar ketinggian air yang sudah masuk ke ruangan inap ini tidak menimbulkan dampak pada pasien yang sedang dirawat," kata dia,

    Menurut Saminta, banjir disebabkan curah hujan yang cukup tinggi sedangkan jumlah drainase belum memadai. "Hingga pukul 22.00 WIB belum ada warga yang mengungsi."

    Hari ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah berpotensi hujan lebat. "Peluang hujan terdapat di hampir seluruh kecamatan di Banjarnegara, kecuali Kecamatan Bawang," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie di Banjarnegara, Senin, 20 Januari 2020. Kecamatan Bawang diprakirakan hanya berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

    Peluang hujan diprediksi masih akan terus terjadi hingga sepekan mendatang. "Pada saat ini masih ada pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah di Jawa Tengah termasuk di Kabupaten Banjarnegara sehingga masih berpotensi hujan hingga satu pekan ke depan," katanya.

    BMKG terus mengintensifkan sosialisasi mengenai prakiraan cuaca kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat di wilayah setempat. "Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.