Firli Minta Harun Masiku Menyerahkan Diri ke KPK atau Polisi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Firli Bahuri. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK, Firli Bahuri. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta Harun Masiku menyerahkan diri. Harun adalah caleg PDIP yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan.

    "Saya sampaikan pada HM di mana anda berada silahkan bekerja sama, kooperatif apakah dalam bentuk menyerahkan diri baik ke penyidik KPK atau pejabat kepolisian," kata Firli, Selasa, 21 Januari 2020.

    Firli mengatakan hingga sekarang belum mengetahui di mana keberadaan Harun. "Kalau anda tahu, kasih tahu saya, nanti saya tangkap," kata Firli.

    Harun merupakan salah satu kunci dalam suap kepada Wahyu Setiawan. Ia diduga menyuap Wahyu agar bisa lolos menjadi anggota DPR lewat mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

    KPK menangkap Wahyu dalam rangkaian operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020. KPK menduga Wahyu sudah menerima uang Rp 600 juta dari total nilai suap Rp 900 juta. 

    KPK dan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM ngotot menyebut Harun masih ada di luar negeri. Sementara itu, Tempo menemukan fakta bahwa Harun Masiku sudah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 atau sehari sebelum OTT.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.