Santer OTT Komisioner KPU, Ada Tim KPK Digeledah di PTIK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uang dolar Singapura dan buku tabungan sebagai barang bukti OTT Komisioner KPU RI, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020. Empat orang tersangka tersebut yaitu: Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI, Wahyu Setiawan, mantan anggota Badan Pengawas Pemilu, Agustiani Tio Fridelina dan pemberi suap Harun Masiku dan Saeful. TEMPO/Imam Sukamto

    Uang dolar Singapura dan buku tabungan sebagai barang bukti OTT Komisioner KPU RI, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020. Empat orang tersangka tersebut yaitu: Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI, Wahyu Setiawan, mantan anggota Badan Pengawas Pemilu, Agustiani Tio Fridelina dan pemberi suap Harun Masiku dan Saeful. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan sempat diwarnai insiden di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Di kampus polisi itu, tim KPK sempat digeledah hingga dites urin.

    "Di situ tim KPK ditahan sampai pagi, dites urin dan sebagainya," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di kantornya, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.

    Kedatangan tim KPK ke PTIK diduga untuk menjemput Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

    Juru bicara KPK Ali Fikri berkata insiden di PTIK hanya salah paham. Menurut dia, petugas KPK hanya sedang melaksanakan salat. "Kemudian di sana ada pengamanan sterilisasi tempat," kata Ali.

    Ali menceritakan petugas KPK sempat dicegat dan diminta identitas. "Kemudian diproses di situ ditanya seterusnya kemudian seperti yang saudara tadi sampaikan tes urin dan lain-lain," kata dia. Menurut Ali, KPK kemudian memberi tahu pihak PTIK bahwa orang itu benar petugas KPK dan kemudian dilepaskan.

    Sementara itu, Hasto membantah ia sempat berada di PTIK. "Tidak benar," katanya di Kemayoran, Kamis, 8 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.