Modifikasi Cuaca, BPPT dan TNI Semai 2,4 Ton Garam di Selat Sunda

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personel TNI AU memasukkan penampung garam atau consul pada Pesawat CN 295 dalam Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di  Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2019. ANTARA/Aprillio Akbar

    Sejumlah personel TNI AU memasukkan penampung garam atau consul pada Pesawat CN 295 dalam Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2019. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT bersama TNI Angkatan Udara kembali melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC penyemaian garam untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    TMC hari kelima ini dilakukan dengan 4 kali penerbangan menggunakan pesawat Casa 212 tipe A 2105 dan CN 295 tipe A 2901 yang diberangkatkan dari Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dua penerbangan pertama sudah dilakukan pagi tadi pukul 07.00, sedangkan penerbangan ketiga dan keempat rencananya dilakukan pukul 14.00.

    Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Fajar Adrianto menjelaskan pesawat CB 295 membawa empat console 8 tabung TMC. "Total 8 console itu 2,4 ton garam," kata dia kepada Tempo di Lanud Halim pada Selasa, 7 Januari 2020.

    Pesawat Casa membawa 800 kilogram garam. Penyemaian di pesawat Casa dilakukan secara manual dengan menaburkan garam melalui corong pesawat. "Karung garam ini dimasukkan ke pesawat dan disemai manual. Itu untuk sekali terbang. Hanya garam tanpa campuran apa-apa," kata dia.

    Fajar menjelaskan rata-rata penerbangan TMC sejak 3 Januari 2020 itu dilakukan pada pagi, siang hingga sore hari. Penyemaian itu dilakukan berdasarkan pantauan pertumbuhan awan di atmosfer wilayah barat pulau Jawa.

    Prakirawan Cuaca BMKG, Nanda Al Fuadi menjelaskan tim BMKG melakukan pemantauan atmosfer cuaca langsung dari Posko TMC Lanud Halim. Timnya bertugas untuk memberikan informasi pergerakan dan pembentukan awan yang terjadi di sekitar Selat Sunda dan sebelah barat pulau Jawa. Pemantauan itu dilihat berdasarkan animasi citra tadar. "Dijadikan teman-teman BPPT patokan rencana penerbangan ke arah mana. Kami hanya feeding data kondisi atmosfer saat ini seperti ini, pembentukan awannya disini, terserah mereka mau menentukan ke arah mana," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.