Kurangi Hujan di Jabodetabek, Pemerintah Sudah Tebar 25 Ton Garam

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personel TNI AU memukul tabung penampung garam atau consul saat menyemai garam pada awan dalam Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang menggunakan Pesawat CN 295 di sekitar wilayah perairan Selat Sunda, Jumat, 3 Januari 2020. Operasi tersebut bertujuan untuk mengurangi curah hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). ANTARA/Aprillio Akbar

    Sejumlah personel TNI AU memukul tabung penampung garam atau consul saat menyemai garam pada awan dalam Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang menggunakan Pesawat CN 295 di sekitar wilayah perairan Selat Sunda, Jumat, 3 Januari 2020. Operasi tersebut bertujuan untuk mengurangi curah hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menebarkan sebanyak 25,6 ton NaCl atau garam selama operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mempercepat penurunan hujan agar hujan turun sebelum mencapai wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

    Penebaran garam itu dilakukan melalui 16 sortie penerbangan menggunakan pesawat CN-295 dan 8 Casa 212-200 yang masing-masing melakukan 8 sortie penerbangan. Upaya itu telah dilakukan sejak 3-6 Januari lalu.

    "Hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek berkurang baik durasi maupun intensitasnya," kata Kepala BPPT Hammam Riza kepada Antara, Senin, 6 Januari 2020.

    Upaya penyemaian awan itu, kata Hammam, dilakukan di wilayah-wilayah barat, barat daya dan barat laut Jabodetabek, yakni meliputi perairan barat Pandeglang, barat daya Pandeglang, Selat Sunda, dan perairan timur Lampung hingga sebagian wilayah Teluk Jakarta.

    Menurut Hammam, pertumbuhan awan-awan didominasi dari wilayah Upwind dari Jabodetabek. Pertumbuhan awan cukup besar dan masih terjadi hujan dikarenakan wilayah sekitar target merupakan daerah konvergensi angin sehingga menyebabkan pertumbuhan awan cukup cepat dan kemudian masih memicu hujan-hujan masih terjadi di wilayah Jabodetabek.

    Untuk operasi TMC pada Senin, 6 Januari kemarin, BNPB dan BPPT telah menebarkan 6,4 ton garam. BPPT melakukan empat sorti penerbangan yang membawa bahan material untuk operasi TMC dengan menggunakan pesawat jenis CN 295 dan Casa 212-200. Area semai mencakup barat daya, barat dan barat laut Jabodetabek.

    "Penyemaian material TMC bertujuan untuk mengalihkan potensi awan hujan sebelum hujan lebat masuk ke wilayah Jabodetabek," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo.

    Berdasarkan laporan TMC pada Senin sore, hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek.

    Sementara itu, BNPB mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Jabodetabek per Senin adalah sebanyak 67 orang dan satu masih dinyatakan hilang.

    Terkait potensi cuaca ekstrem sepekan ini, BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga menghadapi potensi bahaya, seperti banjir bandang, longsor, angin kencang dan angin puting beliung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.