PP Muhammadiyah Ajak NU Bersatu Membangun Bangsa

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Al-Shuaibi (dua kiri), Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas (tengah) dan Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (dua kanan) saat konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Dalam jumpa pers tersebut Osama membantah pemberitaan yang menyebut negaranya melarang warga Palestina melaksanakan ibadah haji dan menjelaskan tentang hukuman mati terhadap Tuti Tursilawati serta perkembangan isu terkini terkait Rizieq Shihab di Arab Saudi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Al-Shuaibi (dua kiri), Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas (tengah) dan Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (dua kanan) saat konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Dalam jumpa pers tersebut Osama membantah pemberitaan yang menyebut negaranya melarang warga Palestina melaksanakan ibadah haji dan menjelaskan tentang hukuman mati terhadap Tuti Tursilawati serta perkembangan isu terkini terkait Rizieq Shihab di Arab Saudi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, membuka awal tahun 2020 dengan mengajak Nahdlatul Ulama (NU) untuk bersatu dan bersama-sama membangun bangsa Indonesia.

    Menurut Anwar, jika dua ormas Islam terbesar ini bisa kompak dan bersatu mengajak elemen-elemen masyarakat lainnya untuk bergerak, akan lahir kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Selain itu juga terbukanya peluang bagi masyarakat lapis bawah untuk melakukan mobilitas vertikal dari kelas bawah ke kelas menengah dan dari kelas menengah ke kelas atas.

    "Kami harapkan gap status sosial semakin menipis, dengan demikian ketegangan dan kecemburuan sosial dan ekonomi antara sesama anak bangsa bisa ditekan," ujar Anwar.

    Kebersamaan sebagai sesama warga bangsa yang kuat, ujar dia, sangat diperlukan untuk menggerakkan dan membangun negeri ini demi menjadi negeri yang maju, adil dan beradab.

    Menurut Anwar, pilar kekuatan masyarakat sipil harus diperkuat untuk mengimbangi kekuatan penguasa. "Civil society harus tampil memberikan pengaruh dan berpartisipasi secara maksimal".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.