Banjir di Tahun Baru, BNPB Pernah Rilis 8 Wilayah Rawan Banjir

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mendorong motornya melintasi genangan banjir di Jalan DI Panjaitan, Cawang, Rabu 1 Januari 2020. Banjir tersebut disebabkan karena tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejak Selasa (31/12/2019). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Warga mendorong motornya melintasi genangan banjir di Jalan DI Panjaitan, Cawang, Rabu 1 Januari 2020. Banjir tersebut disebabkan karena tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejak Selasa (31/12/2019). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Awal tahun 2020 Jakarta dan wilayah lain di Indonesia diguyur hujan lebat berkepanjangan yang menyebabkan banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sedikitnya ada 43 titik banjir di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi hingga Rabu, 1 Januari 2020.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo meminta masyarakat untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan banjir di Jabodetabek. Pasalnya, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika hujan lebat masih akan terjadi hingga malam hari.

    "Warga diharapkan untuk siaga dan bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan banjir," kata dia melalui keterangan tertulis, Rabu, 1 Januari 2020.

    Sebelum banjir di tahun baru ini terjadi, BNPB pernah merilis sejumlah kawasan berpotensi terdampak banjir. Berdasarkan peta prakiraan dampak hujan lebat di Tanah Air, Jabodetabek masuk dalam kawasan tersebut berdasarkan prakiraan yang dirilis BNPB di awal musim penghujan pada akhir Desember 2019 itu.

    Delapan wilayah yang memiliki potensi terdampak banjir itu adalah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung. Selain itu DKI Jakarta dan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kalimantan Utara, serta Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

    Menurut BNPB, selain banjir, potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi itu antara lain adalah hujan disertai angin kencang disertai kilat atau petir, dan kemungkinan kenaikan tinggi gelombang laut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.