Minta KPK Ungkap Jiwasraya, Demokrat: Kesempatan buat Firli

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Didi Irawadi Syamsudin (tengah), kuasa hukum Susilo Bambang Yudhoyono, mendatangi Badan Reserse Kriminal Polri untuk melaporkan Antasari Azhar atas dugaan pencemaran nama baik, 14 Februari 2017. Tempo/Rezki Alvionitasari

    Didi Irawadi Syamsudin (tengah), kuasa hukum Susilo Bambang Yudhoyono, mendatangi Badan Reserse Kriminal Polri untuk melaporkan Antasari Azhar atas dugaan pencemaran nama baik, 14 Februari 2017. Tempo/Rezki Alvionitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin, meminta kasus PT Asuransi Jiwasraya diungkap bersama-sama oleh Kejaksaan Agung, Kepolisian, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Khusus untuk KPK, kata dia, kasus ini bisa menjadi ajang bagi ketua KPK yang baru, Firli Bahuri untuk menunjukkan kemampuannya.

    "Selama ini, kan, (pimpinan) KPK yang baru banyak orang bertanya-tanya ini KPK dipimpin Firli mampu apa tidak atasi masalah korupsi di negeri ini,” kata dia dalam diskusi Bara Jiwasraya Sampai Istana? di Wahid Hasyim, Jakarta, Ahad, 29 Desember 2019.

    Jika KPK berani, ujar Didi, kasus Jiwasraya akan menepis dugaan bahwa Firli hanya titipan. “Ini kesempatan buat beliau."

    Saat ini kasus Jiwasraya ditangani oleh Kejaksaan Agung. Namun ia menyarankan agar Kepolisian dan KPK ikut terlibat. "Saya kira mari keroyok saja kasus ini."

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, mendukung saran Didi. Kasus Jiwasraya bisa menjadi arena untuk menguji kemampuan KPK di bawah kepemimpinan Firli. "KPK belum pernah masuk ke urusan kayak gini, selama ini kan OTT terus, nah ini langsung ada kasus puluhan triliun," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?