Prabowo Bawa Kawan Lama dari Lembah Tidar Masuk Kemenhan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Menhan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mencuit melalui akun Twitternya @sjafriesjams perihal kehadirannya dalam unjuk rasa mengawal Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno melaporkan dugaan kecurangan dalam Pemilu 2019, Jumat, 10 Mei 2019. Foto: Twitter

    Mantan Wakil Menhan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mencuit melalui akun Twitternya @sjafriesjams perihal kehadirannya dalam unjuk rasa mengawal Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno melaporkan dugaan kecurangan dalam Pemilu 2019, Jumat, 10 Mei 2019. Foto: Twitter

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto beberapa kali terlihat membawa dua purnawirawan di lingkar dalamnya yakni, Sjafrie Sjamsoeddin dan Suryo Prabowo saat melakukan kunjungan kerja. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, dua orang itu dibawa Prabowo untuk membantunya di Kementerian Pertahanan.

    "Mereka, Pak Sjafrie asisten khusus, Pak Suryo Prabowo itu Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP)," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad melalui pesan teks pada Sabtu, 28 Desember 2019.

    Bagaimana rekam jejak dua purnawirawan TNI ini sehingga dibawa masuk Prabowo ke Kemenhan?

    Sjafrie Sjamsoedin adalah kawan Prabowo sesama taruna Akabri Darat di Lembah Tidar Magelang. Syafrie masuk pada 1971, sedangkan Prabowo setahun sebelumnya. Namun, Sjafrie dan Prabowo lulus berbarengan pada 1974.

    Lulus dari akademi, Sjafrie lama berkarier di Kopassus. Dia pernah menjadi pengaman Presiden Soeharto, yang kala itu mertua Prabowo Subianto. Sjafrie menjabat Komandan Detasemen Pengawal Pribadi pada 1980-1983 dan Komandan Grup A Paspampres 1993-1995.

    Karir Sjafrie moncer. Dia diangkat menjadi Kepala Staf Kodam Jakarta Raya pada 1996 dan tahun berikutnya menjadi Panglima Kodam Jaya. Ia  bertanggungjawab atas keamanan ibu kota waktu kerusuhan Mei 1998, sekitar lengsernya Soeharto. Setelah Soeharto lengser, BJ Habibie naik sebagai presiden. Di masa Habibie, karier Sjafrie meredup.

    Di masa Presiden SBY, Sjafrie pernah menjabat Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan lalu Wakil Menteri Pertahanan. Pangkat terakhirnya letnan jenderal. 

    Akan halnya Suryo Prabowo adalah alumni terbaik—peraih Bintang Adhi Makayasa dan Pedang Trisakti Wiratama—Akabri 1976. Suryo pernah berdinas di korps baret merah sebagai Kepala Zeni Kopassus.

    Suryo Prabowo adalah perwira zeni yang berkali-kali tugas di Timor Timur dan punya pengalaman lengkap selama bertugas. Mulai dari jadi komandan peleton, komandan kompi, komandan seksi operasi satuan tugas, komandan subsektor Dilor, Kepala Seksi Operasi KOREM, hingga Wakil Komandan KOREM. Jabatan Wakil KOREM ini diberikan oleh Prabowo Subianto, yang kala itu adalah komandannya.

    Puncak karir Suryo adalah Wakil Gubernur Timor-Timor. Jabatan itu diberikan kepadanya menjelang kejatuhan Soeharto pada Mei 1998. Namun, jabatan itu diembannya sebentar saja.

    Suryo kembali ke militer lagi setelah tak jadi pejabat sipil. Dia dijadikan Asisten Intelijen di Paspampres, lalu naik pangkat menjadi Wakil Paspampres. Karirnya makin mentereng, dia pernah menjadi Panglima KODAM Bukit Barisan (Sumatra Utara) dan KODAM Jaya (DKI Jakarta). Dari sana, karirnya naik lagi menjadi Wakil KSAD, dan Kepala Staf Umum ABRI dengan pangkat Letnan Jenderal.

    Catatan koreksi:

    Tulisan ini telah dikoreksi pada kalimat pertama yang sebelumnya tertulis: Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto beberapa kali terlihat membawa dua tokoh senior Gerindra yakni, Sjafrie Sjamsoeddin dan ...

    Paragraf kelima, kalimat kedua yang semula tertulis: Dia pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto...

    Mohon maaf atas kekeliruan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.