Muhammadiyah Minta Konglomerat Dukung Gerakan Ekonomi Kerakyatan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kedua kiri) berjalan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Februari 2017. ANTARA FOTO

    Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kedua kiri) berjalan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Februari 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berharap sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa menjadi gelombang ekonomi kerakyatan dan pilar kekuatan ekonomi bangsa.

    Haedar mengatakan, saat ini, perekonomian bangsa masih dikuasi segelintir pengusaha besar yang jumlahnya berbanding terbalik dengan para pelaku UMKM. "Namun dalam prinsip Muhammadiyah, kami tidak ingin dan tidak mengusulkan pengusaha yang besar itu dikecilkan,"ujar Haedar di Yogyakarta 21 Desember 2019.

    Haedar meminta agar pengusaha besar dan mapan di Indonesia untuk percaya dan tidak merasa terancam oleh kekuatan ekonomi yang bergerak di masyarakat.

    Haedar berharap agar rakyat beserta kepentingan ekonominya itu memiliki akselerasi yang tinggi dengan dukungan pengusaha besar yang sudah mapan. "Sebab kalau sekelompok kecil yang menguasai sumber sumber ekonomi ini mau berbagi dengan rakyat, akan terwujud ekonomi gotong royong," ujarnya.

    Bahkan, kata Haedar, jika segelintir pengusaha yang menguasai sumber ekonomi itu mau berbagai dengan rakyat maka akan mendapatkan berkah.

    "Pengusaha atau konglomerat itu jika mau berbagi dengan rakyat, maka dia akan dapat perlindungan dan simpati dari rakyat. Dan Tuhan pun akan memberkahi sikap berbagi itu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.