Kata Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo Soal Kasus Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabareskrim Polri Inspektur Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap menandatangani dokumen saat serah terima jabatan Kabareskrim di Mabes Polri Jakarta, Senin, 16 Desember 2019. Rotasi jabatan tersebut berdasar pada Surat Telegram Polri nomor ST/3229/XII/KEP./2019 tertanggal 6 Desember 2019. ANTARA

    Kabareskrim Polri Inspektur Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap menandatangani dokumen saat serah terima jabatan Kabareskrim di Mabes Polri Jakarta, Senin, 16 Desember 2019. Rotasi jabatan tersebut berdasar pada Surat Telegram Polri nomor ST/3229/XII/KEP./2019 tertanggal 6 Desember 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru saja dilantik sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal atau Kabareksrim Polri menggantikan Jenderal Idham Azis yang belum lama ini ditabalkan menjadi Kapolri. Pada masa awal kepemimpinannya, Listyo memiliki pelbagai target kerja. Salah satunya menuntaskan pengusutan kasus Novel Baswedan.

    “Begitu saya masuk (Bareskrim), nanti saya konsolidasikan,” ujar Listyo dalam wawancara khusus bersama Majalah Tempo, Jumat, 12 Desember 2019.

    Listyo mengakui, persoalan yang mendera Novel Baswedan merupakan ranah tugas Bareskrim. Saat ini pun, menurut dia, proses pengungkapan kasus Novel sudah diproses oleh kepolisian.

    Kepolisian juga telah membentuk tim teknis yang bekerja secara khusus untuk menginvestigasi dugaan adanya pelanggaran hak asasi manusia. “Tim teknis sudah bekerja,” ucapnya.

    Kasus penyiraman air keras terhadap Novel telah lebih dua tahun berlalu, tapi belum diketahui siapa pelakunya. Kuasa hukum Novel, Saor Siagian, menyatakan telah menaruh harapan besar kepada Listyo untuk segera menuntaskan kasus kliennya.

    Ia percaya, Listyo yang sebelumnya menjabat sebagai mantan ajudan Presiden Joko Widodo alias Jokowi, dapat mengungkapkan kasus Novel Baswedan dengan leluasa. Sebab, ia memperoleh bekingan langsung dari presiden.

    "Dia (Sigit) di-backup oleh presiden. Saya kira, beliau diberi kesempatan mengungkap kasus ini. Kami harap, dia bisa bisa berani," ujar Saor pada Ahad, 8 Desember 2019 lalu.

    Tak senada dengan Saor, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menilai, embel-embel bekas ajudan presiden tak memengaruhi Kabareskrim bisa atau tidak mengungkap kasus ini. "Soal mampu tidak mampu bukan soal pernah atau tidak jadi ajudan presiden. Itu hanya terkait bisa tidak menangkap pesan presiden dan mengeksekusinya secara maksimal," ujar ujar Anam.

     FRANCISCA CHRISTY ROSANA | DEWI NURITA | MAJALAH TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.