Jusuf Kalla Terpilih Jadi Ketua Umum PMI Lagi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden periode 2014-2019 Jusuf Kalla menerima Muslim Choice Award kategori pengabdian sepanjang hayat di Gedung Kesenian Jakarta, 12 Desember 2019. Tempo/Friski Riana

    Wakil Presiden periode 2014-2019 Jusuf Kalla menerima Muslim Choice Award kategori pengabdian sepanjang hayat di Gedung Kesenian Jakarta, 12 Desember 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Musyawarah Nasional (Munas) XXI PMI 2019 memutuskan Mantan Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla menjabat Ketua Umum Periode 2019-2024.

    "Seluruh peserta munas menerima atas laporan pertanggungjawaban Ketua Umum PMI periode 2014 hingga 2019 dan memutuskan Jusuf Kalla menjadi Ketua Umum PMI periode 2019 hingga 2024," kata Ketua Pimpinan Sidang Pleno Sumarsono di Jakarta, Senin, 16 Desember 2019.

    JK terpilih kembali secara aklamasi sehingga, mempunyai hak prerogatif untuk menentukan susunan kepengurusan PMI periode 2019 -2024.

    Dalam sambutannya, JK mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta munas yang menerima laporan pertanggungjawabannya dan telah kembali mempercayakan dirinya sebagai Ketua Umum PMI.

    Dengan demikian, ia akan kembali bekerjasama di periode berikutnya. Selain itu, usulan-usulan dari peserta munas yang merupakan pengurus PMI tingkat provinsi, kota dan kabupaten akan menjadi bagian dari rencana program kerja dirinya.

    "Usulan dari peserta itu tentunya penting dan akan dipertimbangkan sesuai pandangan-pandangan dari pengurus PMI baik provinsi, kota maupun kabupaten," katanya.

    Dalam sambutannya, JK menyempatkan diri membacakan pantun. "Bunga mawar merah warnanya, semerah lambang PMI kita. Terima kasih atas penerimaan dan dukungannya kami terima dengan tangan terbuka."

    Penetapan Ketua Umum PMI tersebut juga disimbolkan dengan penyerahan tongkat bendera PMI kepada Jusuf Kalla.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.