JK Kukuh Menolak Penghapusan Ujian Nasional

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, Berikan Pembekalan 6.000 CPNS.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, Berikan Pembekalan 6.000 CPNS.

    TEMPO.CO, Yogyakarta-Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tetap tak setuju atas rencana penghapusan ujian nasional oleh pemerintah. Menurut dia peniadaan ujian nasional bukan langkah tepat.

    "Jangan menciptakan generasi muda yang lembek,” ujar JK di sela pengukuhan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis, 12 Desember 2019.

    Menurut JK ujian nasional tetap menjadi bagian penting dari sebuah proses pembelajaran.  “(Ujian nasional) tetap pentinglah itu, semua harus belajar,” ujar JK.

    Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membantah penghapusan ujian nasional bakal membuat pelajar Indonesia bermental lembek. Dia yakin kebijakan itu justru lebih memberi tantangan.

    "Enggak sama sekali (bermental lembek). Karena UN itu diganti assessment kompetensi di 2021, malah lebih men-challenge sebenarnya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.

    Menurut Nadiem pergantian ujian nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter menantang pihak sekolah untuk menerapkan model pembelajaran yang sesungguhnya dan tidak sekadar menyuruh murid menghafal. "Ada pembelajaran, ada penghafalan. Itu hal yang berbeda," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.