Di Depan Jokowi, Projo Sebut-sebut soal Capres 2024

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) bersama Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi (kanan) dan Sekjen DPP Projo Handoko (kiri) menghadiri Rakernas IV Projo di Jakarta, Minggu, 16 September 2018. Rakernas organisasi relawan pendukung Jokowi itu digelar dengan mengangkat tema

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) bersama Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi (kanan) dan Sekjen DPP Projo Handoko (kiri) menghadiri Rakernas IV Projo di Jakarta, Minggu, 16 September 2018. Rakernas organisasi relawan pendukung Jokowi itu digelar dengan mengangkat tema "Melanjutkan Kemenangan Rakyat". ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyebut soal calon presiden yang pantas dipilih pada Pilpres 2024 di hadapan Presiden Jokowi.

    Dia bahkan membocorkan kriteria capres tersebut.

    "Soal calon nanti terserah Pak Presiden, yang pasti Projo ikut Pak Jokowi," katanya dalam pidato pembukaan Kongres II Projo di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, hari ini, Sabtu, 7 Desember 2019.

    Budi Arie, yang juga Wakil Menteri Desa PDTT, mengungkapkan bahwa Projo bakal mendukung tokoh yang disokong Jokowi di Pilpres 2024.

    Presiden Jokowi hadir membuka Konges II projo dan menyampaikan arahan dalam pembukaan. Dia didampingi Kepala KSP Moeldoko.

    Dia juga ingin masa kampanye di Pemilu 2025 dipersingkat. Jangan seperti Pemilu 2019 yang memakan waktu 11 bulan.

    "Menurut hemat kami, kampanye harus diringkas pada 2024."

    Mengenai mekanisme pemilihan presiden, Projo mendukung dipilih langsung oleh rakyat. Projo menolak pilpres dikembalikan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

    "Yang paling penting kami mendukung penuh pernyataan Pak Jokowi, pemilihan presiden harus dilakukan secara langsung oleh rakyat," ucap tuturnya.

    Budi menuturkan wacana presiden dipilih lagi oleh MPR merampas kebebasan masyarakat Indonesia. Hal itu sama saja menghina Jokowi dan rakyat Indonesia.

    Projo juga menolak perpanjangan masa jabatan presiden menajdi tiga periode yang sempat muncul dari panggalangan masukan untuk MPR.

    ”Kami mendukung penuh keinginan Bapak Jokowi untuk hanya dua periode. Walaupun dalam hati kecil saya, jangankan 3, 5 periode juga kami mau," kata Bdi Arie Setiai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.