Munas Golkar akan Mulai, Bakal Calon Ketua Umum Sudah Berkurang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rapat pengurus pleno DPP Partai Golkar, untuk penentuan waktu dan tempat Munas, di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Nelly Murni, Jakarta, Selasa 5 November 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Rapat pengurus pleno DPP Partai Golkar, untuk penentuan waktu dan tempat Munas, di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Nelly Murni, Jakarta, Selasa 5 November 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Panitia Penyelenggara Munas Golkar, Sebastian Salang, mengatakan bakal calon ketua umum Golkar berkurang menjadi delapan orang. Dari sembilan orang yang mengambil formulir pendaftaran, hanya delapan yang mengembalikan berkas pendaftaran hingga pendaftaran ditutup Senin Desember 2019 pukul 22.00.

    Sembilan nama yang telah mengambil formulir pendaftaran itu Achmad Anama, Ridwan Hisjam, Indra Bambang Utoyo, Agun Gunandjar Sudarsa, Bambang Soesatyo, Derek Loupatty, Ali Yahya, Aris Manji, dan inkumben Airlangga Hartarto. "Yang tidak mengembalikan berkas pendaftaran Aris Manji," ujar Salang. Selasa, 3 Desember 2019.

    Berkas para bakal calon ketua umum Golkar akan diverifikasi dalam Munas Golkar. Salah satu syarat yang harus dipenuhi para bakal calon untuk bisa ditetapkan sebagai calon ketua umum adalah membuktikan dukungan 30 persen pemegang hak suara. Sejauh ini belum disepakati apakah pembuktian dukungan 30 persen suara itu akan disampaikan melalui surat tertulis atau melalui mekanisme pemilihan langsung dalam arena Munas.

    Munas Golkar berlangsung di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta mulai hari ini hingga Jumat, 6 Desember 2019. Pembukaan Munas Golkar akan berlangsung pukul 19.00 dan dihadiri Presiden Joko Widodo, menteri kabinet serta pimpinan partai politik, dan para duta besar negara sahabat. Salah satu agenda Munas X Partai Golkar adalah memilih ketua umum DPP Partai Golkar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.